Temanggung luncurkan aplikasi percepat penanganan bencana

antarajateng 27-10-20 19:23 lain-lain

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Notifikasi Kebencanaan (Sinotika) untuk mempercepat penanganan bencana di daerah tersebut. "Bersamaan dengan ulang tahun ke-9 BPBD Kabupaten Temanggung hari ini, kami meluncurkan Sinotika," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei di Temanggung, Selasa. Peluncuran Sinotika dilakukan Bupati Temanggung M. Al Khadziq bersama Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo di Halaman Kantor BPBD Kabupaten Temanggung. Baca juga: Purbalingga tingkatkan kesiapsiagaan antisipasi bencana Ia menyampaikan dengan aplikasi tersebut, BPBD siap 24 jam untuk menerima laporan kejadian bencana dari masyarakat dan segera bisa ditangani. "Semua masyarakat bisa melaporkan bencana dengan cepat tidak usah menunggu persyaratan dokomen, cukup RT/RW melaporkan lewat aplikasi tersebut tidak perlu lapor secara manual," katanya. Melalui aplikasi tersebut, pihaknya ingin memberi jalan singkat dalam laporan kebencanaan, yakni cukup dua menit sudah sampai ke pihaknya. "Melalui aplikasi ini diharapkan kami tidak ketinggalan dalam menangani bencana alam," katanya. Ia mengatakan aplikasi tersebut akan disebarkan mulai dari tingkat RT, RW, kepala desa, camat, dan perangkat-perangkat daerah terkait dengan kebencanaan. "Harapan kami melalui aplikasi ini akan mempermudah laporan kebencanaan, tidak perlu nomor induk kependudukan dan sebagainya. Kami ingin gerak cepat. Sementara aplikasi Sinotika ini kami batasi dulu bagi pejabat-pejabat yang secara resmi di lembaga paling bawah RT/RW, mereka paling dekat dengan bencana. Harapan kami aplikasi ini memutus mata rantai laporan kebencanaan agar bisa cepat tertangani," katanya. Bupati Temanggung M. Al Khadziq menyampaikan selama ini BPBD telah bekerja dengan maksimal dan Kabupaten Temanggung termasuk daerah rawan bencana. Ia berharap, dengan aplikasi Sinotika tersebut laporan dari tingkat RT/RW maupun desa bisa cepat masuk sehingga bencana yang terjadi bisa cepat tertangani lebih baik. Baca juga: 932 personel gabungan Surakarta siap diterjunkan antisipasi La Nina