Hari Santri, Pemprov Jateng Berikan Penghargaan Kepada 15 Duta Pondok Pesantren

tribunnews 22-10-20 21:50 nasional

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Bertepatan dengan momen Hari Santri Nasional (HSN), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan lomba pemilihan Duta Pondok Pesantren (Ponpes). Ada 15 Duta Ponpes di Jateng yang layak mendapatkan penghargaan. Hadiah diserahkan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, di Gedung Gradhika Bakti Praja kompleks Kantor Pemprov Jateng, Semarang, Kamis (22/10/2020). Penghargaan bagi masing- masing Duta Ponpes berupa uang pembinaan Rp 125 juta dan Jogo Santri Kit senilai Rp 8 juta. Jogo Santri Kit berisi sejumlah alat pelindung diri untuk upaya pencegahan penularan virus corona Covid-19. Berisi antara lain masker, hand sanitizer, face shield, dan sebagainya. "Duta Pondok Pesantren ini nantinya bisa secara bersama-sama menularkan atau bersosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan atau Jogo Santri ke seluruh pondok pesantren, terutama di Jawa Tengah," kata Taj Yasin, dalam keterangan tertulis. Seleksi Duta Ponpes ini dilakukan dengan cara penilaian bagaimana ponpes menjalankan atau menerapkan protokol kesehatan di pondok atau Jogo Santri. Tahapannya mulai dari administrasi, penilaian video, dan pengecekan langsung di lapangan. Dari sekitar 193 peserta se-Jawa Tengah, diambal 15 pondok pesantren yang terbaik. Yakni Ponpes Maslakul Huda (Pati), Balekambang (Jepara), Tanbihul Ghofilin (Banjarnegara), Tahfidz Al Hamidiyah (Pati), Walindo Manba'ul (Pekalongan), Riyadhotut Thalabah (Rembang), Nida Al Quran (Temanggung). Kemudian, Sabilurrasyad (Kendal), Sunan Gunung Jati Kismantoro (Wonogiri), Al Uswah (Kota Semarang), Life Skill Daarun Najaah (Kota Semarang), Khozinatul Ulum 1 (Blora), PP MIBS (Kebumen), Al Falah Tejosari (Temanggung) dan PPTQ Darussalam (Jepara). Gus Yasin menuturkan dalam pemilihan duta ini, ada proses evaluasi dan pembelajaran dari pemerintah kepada pengurus atau pengelola pondok. Menurutnya, pondok pesantren membutuhkan arahan dari pemerintah terkait dengan upaya pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menceritakan tokoh Islam yang berjasa di bidang kesehatan yakni Ibnu Sina. Selain itu, ia juga mengingatkan perjuangan KH Hasyim Asy'ari melawan penjajah. "Temannya Santri Kuat Indonesia Kuat, maka itu santri diingatkan bahwa pernah punya Ibnu Sina yakni pahlawan dari kalangan santri. Nah, dari sini santri untuk bisa berperan dalam melawan Covid-19 dengan segala keterbatasannya. Mbah KH Hasyim Asy'ari juga pernah mengeluarkan resolusi jihad melawan penjajah, kalau saat ini alangkah baiknya jika dari pesantren muncul resolusi jihad melawan Covid-19," tuturnya. Sementara, Pengurus Pondok Pesantren Riyadhotut Thalabah Rembang, Ihda Khullatil Mardiyah, menyatakan pihaknya mengikuti seleksi duta pondok pesantren dengan menyiapkam beberapa hal. Di antaranya, aturan protokol kesehatan, administrasi dan pembuatan video. "Iya, kita ikut seleksi mulai pengumpulan berkas, pembuatan video dan sampai didatangi panitia langsung," bebernya. Di pondok pesantrennya memang sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai pendaftaran santri baru secara daring, hingga cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak di tiap kegiatan di pondok pesantren. "Selalu jaga jarak kalau mengaji dan solat. Kita juga ada pos kesehatan di pondok," lanjutnya. Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Nida Al Quran Temanggung, M Afham menuturkan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pondok pesantren. "Ini bentuk kepedulian dari pemerintah sekaligus keseriusan dalam mengembangkan pendidikan di pondok pesantren," ungkapnya. Harapannya, dunia pendidikan pondok pesantren ke depan lebih baik dan mampu menunjukkan prestasi. "Pesantren memang harus lebih baik," tandasnya. (*)