Mantan Ketua Koperasi Jasa Pakarti PT Jasa Marga Semarang Divonis 6 Tahun Penjara

tribunnews 21-10-20 19:14 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan ketua koperasi karyawan (kopkar) Jasa Pakarti PT Jasa Marga Semarang, Irianto Agus Setiabudi, terlihat agak lega mendengar vonis hukuman yang diberikan majelis hakim kepadanya dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (21/10/2020). Alasannya, Irianto dibebaskan dari kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara dalam kasus korupsi dana kredit kepada lembaga keuangan (KKLK) dari bank plat merah cabang Temanggung pada koperasi yang pernah dipimpinnya. Ketua majelis hakim yang menyidangkan kasusnya, Casmaya mengatakan, terdakwa Irianto Agus Setiabudi, tidak terbukti menerima atau menikmati uang yang diperoleh dari bank untuk keperluan pribadinya. "Untuk UP (uang pengganti kerugian--red), majelis hakim berpendapat terdakwa tidak terbukti memperoleh dan menikmati uang itu sehingga tidak dibebani," kata hakim Casmaya, usai ditanya terdakwa. Terdakwa Irianto menanyakan uang pengganti tersebut karena dalam amar putusan yang dibacakan tidak menyebutkan adanya kewajiban pengembalian uang kerugian negara. Padahal, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Tri Andarto, menuntut adanya pengembalian kerugian sebesar Rp 928,7 juta. Hanya saja, majelis hakim sependapat dengan jaksa bahwa terdakwa Irianto terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana dakwaan primair dari JPU Kejari Kota Semarang. Yaitu, melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Karenanya, hakim menghukum terdakwa Irianto dengan pidana penjara selama 6 tahun. Pidana tersebut juga lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dihukum 6,5 tahun penjara. "Menjatuhkan, pidana selama 6 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 300 juta. Jika denda tidak dibayar maka diganti pidana penjara selama 2 bulan," ucap hakim Casmaya, dalam amar putusannya. Atas putusan yang diberikan, terdakwa Irianto Agus Setiabudi meminta waktu untuk pikir-pikir apakah menerima atau menyatakan banding. "Pikir-pikir dulu, yang Mulia. Saya akan berkoordinasi dengan penasehat hukum dulu," kata Irianto secara virtual dari Lapas Kelas I Kedungpane Semarang. Dalam sidang tersebut, terdakwa Irianto didampingi penasehat hukumnya, Achmad Teguh Wahyudin. Padahal, pada sidang-sidang sebelumnya, terdakwa menjalani sidang seorang diri karena penasehat hukumnya berhalangan karena suatu hal. Di antaranya pada saat sidang pembacaan tuntutan oleh JPU dan pembelaan (pleidoi) yang disampaikan terdakwa secara langsung di hadapan majelis hakim. Sementara penasehat hukumnya tidak mendampingi dan tidak memberikan pembelaan. Kasus korupsi dana KKLK pada Kopkar Jasa Pakarti PT Jasa Marga Semarang tersebut terjadi pada 2008 lalu. Saat itu ketua koperasi Irianto Agus Setiabudi mengajukan pinjaman ke bank plat merah Cabang Temanggung. Pinjaman diajukan menggunakan nama para anggota. Total pinjaman mencapai Rp 7,5 miliar yang dicairkan ke rekening koperasi dalam beberapa termin pencairan. Pinjaman tersebut yang seharusnya dipinjamkan kepada anggota, kemudian digunakan untuk modal usaha penyewaan mobil koperasi. Pinjaman menjadi masalah ketika pembayaran mengalami kemacetan. Atas masalah tersebut, diduga ada uang yang digunakan oleh ketua koperasi yang saat itu dijabat Irianto Agus Setiabudi untuk kepentingan pribadi. Namun dalam persidangan hal itu tidak terbukti. (Nal)