Begini Cara KPU Agar Pasien Covid-19 Bisa Gunakan Hak Pilih pada Pilwakot Semarang 2020

tribunnews 14-10-20 15:56 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menjamin seluruh warga Kota Semarang memiliki hak untuk memilih calon pemimpin Kota Semarang. Pasien Covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit, ruang karanrina rumah dinas Wali Kota Semarang, maupun pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah akan tetap memiliki hak untuk melakukan pencoblosan. Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menjelaskan, pasien Covid-19 akan dilayani oleh KPPS. Baca juga: BREAKING NEWS: Pria di Semarang Meninggal Mendadak: Saya Buatkan Minum, Dia Duduk Seperti Sembahyang Baca juga: Disindir Ganjar Soal Dangdutan Tanpa Masker, Bupati Blora: Saya Sudah Tahu Baca juga: Klasemen La Liga Spanyol, Real Madrid di Puncak, Koeman Terapkan Strategi Baru di Barcelona Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Sahrul Gunawan Dikabarkan Tewas Kecelakaan, Ini Faktanya Mereka akan didatangi ke tempat dimana mereka dirawat. Petugas akan dibekali hazmat saat melayani pasien Covid-19. "Semua akan dijamin hak pilihnya. Kalau yang sakit di rumah akan didatangi oleh KPPS. Kalau yang dirawat di rumah sakit atau rumah isolasi, akan didatangi KPPS dari TPS terdekat," jelas Nanda, sapaan akrabnya, Rabu (14/10/2020). Menurut Nanda, jumlah pasien di rumah sakit maupun rumah dinas sangat fluktuatif atau selalu berubah. KPU Kota Semarang akan terus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Semarang untuk mengetahui jumlah pasien yang dirawat. Sehingga, KPU akan lebih mudah memetakan berapa TPS yang dibutuhkan untuk melayani pasien Covid-19. Pihaknya juga berkoordinasi terkait mekanisme dan prosedur dalam melayani pasien Covid-19 dalam menggunakan hak pilih agar tidak salah penanganan. "Misal di rumah dinas angkanya 50-150 pasien. Itu tidak mungkin satu TPS yang melayani. Kami akan berkoordinasi dengan Dinkes dan sektor-sektor terkait untuk mengetahui jumlahnya sehingga kami bisa melakukan distribusi," paparnya. Tak hanya pasien Covid-19, kata Nanda, masyarakat lain yang sedang dirawat di rumah sakit juga akan mendapatkan pelayanan serupa. Petugas akan mendatangi mereka agar dapat menggunakan hak pilih. "Mereka nanti dilayani setelah jam 12.00 Perlakuannya mereka yang sakit sama seperti mereka yang memiliki KTP Semarang atau surat keterangan tapi belum terdaftar di DPT," tambah Nanda. (eyf) Baca juga: 1.226 Botol Miras Berbagai Merk dari 2 Terdakwa Dimusnahkan di Temanggung Baca juga: Ini Deretan HP Harga Rp 4 Jutaan Bulan Oktober 2020 Baca juga: KPU Tetapkan 1.174.068 DPT Pilwakot Semarang 2020 Baca juga: Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Pemerasan 5 Satpam Kota Lama Semarang Batal Digelar