Ahli Gigi di Temanggung Tertangkap Basah saat Transaksi Obat Terlarang

magelangekspres 26-09-20 01:53 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Seorang ahli gigi di Temanggung, Wahyu Wahyudi alias Gudel (41), harus berurusan dengan Satuan Reserse dan Narkotika Polres Temanggung. Warga Lingkungan Geneng RT 04 RW 01 Kelurahan KowanganKecamatan Temanggung ini tertangkap basah usai melakukan transaksi obat-obatan terlarang di Jalan Sundoro Temanggung. Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali menjelaskan, tersangka dibekuk usai melakukan transaksi di Jalan Sundoro Temanggung. Penangkapan tersangka ini berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa di jalan alternatif dari Temanggung menuju Semarang itu sering dilakukan transaksi obat-obatan terlarang. Dari informasi tersebut petugas melakukan pengintaian, dan akhirnya bisa membekuk tersangka tanpa perlawanan, terangnya. Saat penangakapan, petugas mendapatkan sejumlah barang bukti diantaranya, 3 bungkus plastik klip masing-masing berisi 10 butir Pil Hexymer/Pil warna kuning berlogo huruf mf Jumlah 30 butir. Satu botol plastik warna putih berisi Pil Hexymer/pil warna kuning berlogo huruf mf Jumlah 959 butir. Selain itu juga didapatkan barang bukti lainnya yakni 27bungkus plastik klip masing-masing berisi 10 butir Pil Yarindu pil warna putih berlogo huruf Y Jumlah 270 butir siap edar. Sebuah handphone merk asus warna abu-abu dan uang tunai Rp222.000, juga diamankan dari tersangka, jelasnya. Menurutnya, tersangka ini adalah pengedar obat-obatan terlarang yang mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari jual beli online. Tersangka juga menjual barang secara online dan kemudian melakukan transaksi disuatu tempat yang dijanjikan. Selain sebagai pengedar, tersangka ini juga pemakai, katanya. Baca Juga Hotel dan Artos Mall Aman untuk Pengunjung, Lakukan Terobosan untuk Tingkatkan Jumlah Pengunjung Karena terbukti melakukan tindak pidanadengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki standard dan atau persyaratan keamanan, tersangka diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak satu miliar. Sementara itu tersangka Wahyudi mengaku, mendapatkan obat-obatan terlarang dari salah satu situs jual beli online, kemudian melalui kurir barang tersebut diantar sampai ke rumahnya. Belinya lewat online, jadi tidak tahu siapa yang menjual, ujarnya. Kemudian katanya, obat-obatan terlarang tersebut dikemas menjadi paket berisi 10 butir pil. Setiap satu paket dijual dengan harga Rp20.000. Siapa saja yang mau beli saya layani, semua pembeli tidak ada yang kenal, akunya.(set).