MA Nuurul Waahid Purworejo Rutin Luluskan Penghafal Alquran

magelangekspres 21-09-20 02:49 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Minat dan antusias orang tua menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Islam yang juga menyelenggarakan tahfiz (hafalan, red) Quran akhir-akhir ini makin meningkat. Hal ini diprediksi karena makin kuatnya kesadaran masyarakat untuk membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama yang baik, khususnya hafalan Alquran. Bahkan, saat ini banyak sekolah, termasuk perguruan tinggi yang memberikan penghargaan kepada para siswa yang hafiz (hafal, red) Quran. Di antaranya berupa kemudahan mendaftar hingga beasiswa selama menempuh pendidikan. Salah satu sekolah yang menyelenggarakan program tahfiz Quran adalah Madrasah Aliyah (MA) Nuurul Waahid. Sekolah yang berlokasi di Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo ini setiap tahun rutin melahirkan lulusan yang juga mempunyai hafalan Quran. Bahkan, beberapa saat lalu, salah satu siswanya berhasil menyelesaikan setoran hafalan Quran 30 juz hanya dalam waktu satu tahun efektif. Ia bernama Luqman Hakim, siswa kelas XI. Meski berasal dari SMP negeri dan tidak mengenyam pendidikan di pondok pesantren, namun dengan kesungguhannya Luqman mampu menerima bimbingan para ustadz. Melalui metode pengajaran yang tepat, isi kitab suci Alquran berhasil dihafalkan dengan baik. Kepala MA Nuurul Waahid, Ustadz Salman, menyatakan bahwa prestasi ini bukanlah yang pertama di lingkungan Nuurul Waahid. Menurutnya, setiap tahun beberapa santri MA lulus dengan predikat Hafiz Quran. Baca Juga Bupati Temanggung Minta Pemerintah Tangani Anjloknya Harga Tembakau Kami juga memiliki pondok pesantren dengan program khusus tahfiz Quran yang terletak di tiga lokasi, yaitu Baledono, Dukuhrejo, dan Cokroyasan. Di sana, mereka ditarget menjadi hafiz dalam waktu satu tahun. Dari lembaga Kami inilah, kami terus mencetak generasi penghafal Alquran yang soleh dan cerdas, kata Ustadz Salman didampingi Mudir Ponpes Nuurul Waahid, KH Thohari, Minggu (20/9). Sementara itu, kedua orang tua dari Luqman Hakim, yakni Nasir SPd I dan Siti Muzakiyah SH, menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT dan terima kasih yang tak terhingga kepada keluarga besar MA Nuurul Waahid. Keluarga yang berdomisili di Desa Tuntungpait Kecamatan Kutoarjo ini mengaku bahwa tidak hanya hafalan Quran yang dikuasai putranya selama menempuh pendidikan, melainkan juga berbagai ilmu pengetahuan umum yang menjadi bekal masa depan. Kami merasa beruntung bisa menyekolahkan anak kami di sini. Anak kami yang SMP-nya tidak mondok, bisa menjadi hafiz Quran dengan bimbingan para ustadz yang tidak diragukan lagi kapasitas dan dedikasinya, ungkap Nasir. (top/adv)