Mantan Chef di Brunei Ini Sekarang Jualan Nasgor Kaki Lima di Jambi

detik 18-09-20 16:00 food

Jakarta - Tak selamanya profesi chef menguntungkan, seperti yang dialami pria yang pernah bekerja di Brunei Darussalam ini. Sekarang ia lebih pilih jualan nasi goreng kaki lima. Profesi chef memang banyak diidamkan. Apalagi kalau bisa bekerja di restoran mewah hingga hotel berbintang. Tapi nasib seorang chef tak selalu mujur. Seperti seorang mantan chef yang dulunya pernah bekerja di Brunei Darussalam. Adalah Labib yang kini memiliki usaha nasi goreng kaki lima bernama Fried Rice Asean Food. Mantan Chef di Brunei Darussalam Jualan Nasi Goreng Kaki Lima Foto: YouTube / Mr Food Hunter Gerai nasi gorengnya berlokasi di Tehok, Jambi, tepatnya di seberang toko Eiger. Buka setiap hari mulai pukul 17.00-22.00 WIB. Baca Juga: Setelah Lama Jadi Chef, Pria Ini Pilih Jualan Es di Pinggir Jalan Lewat YouTuber Mr Food Hunter, Labib menjelaskan kisahnya menjadi seorang chef di Brunei Darussalam (7/9). "Pertama saya kerja di Brunei Darussalam, di sana saya ada fasilitas seperi masak (belajar), cook di sana," ujar Labib. Mantan Chef di Brunei Darussalam Jualan Nasi Goreng Kaki Lima Foto: YouTube / Mr Food Hunter "Terus saya turun ke restoran selama dua setengah tahun," lanjut Labib menjelaskan karirnya saat menjadi chef. Jadi Labib memang sudah memiliki pengalaman dan mahir membuat nasi goreng gaya Asia. Nasi goreng yang ditawarkan di gerainya mulai dari Nasi Goreng Pattaya, Nasi Goreng Tom Yum, Nasi Goreng Chinese, hingga Nasi Goreng Cambodian. Semuanya dibanderol harga Rp 15.000, dan ada juga menu kwetiau dan mie goreng yang Labib tawarkan. Mantan Chef di Brunei Darussalam Jualan Nasi Goreng Kaki Lima Foto: YouTube / Mr Food Hunter Tempat berjualannya sangat bersih. Ia masih mempraktikkan prinsip-prinsip chef restoran yang harus selalu menjaga kebersihan (higienitas). Cara memasak yang Labib tunjukkan juga terlihat profesional, mulai dari teknik flambe dengan api yang besar hingga gerakan melempar saat masak nasi goreng. Bumbu nasi goreng yang Labib gunakan juga sangat sederhana, hanya bawang putih halus, garam, merica bubuk, penyedap rasa, dan saus cabe. Untuk rasa pedasnya, ia mengandalkan irisan cabe rawit hijau. Mantan Chef di Brunei Darussalam Jualan Nasi Goreng Kaki Lima Foto: YouTube / Mr Food Hunter Banyak netizen yang meninggalkan komentar positif untuk Labib. Bahkan terlihat temannya di Brunei Darussalam juga menyemangatinya berjualan. "Njir kawan gua sukses bro labib salam dari brunei," tulis netizen. Mantan Chef di Brunei Darussalam Jualan Nasi Goreng Kaki Lima Foto: YouTube / Mr Food Hunter "Bagus main wok nya, pasti enak gak berminyak tuh nasi goreng nya, semoga laris manis ," komentar netizen lainnya. Mantan Chef di Brunei Darussalam Jualan Nasi Goreng Kaki Lima Foto: YouTube / Mr Food Hunter "Wow....skill memasak nya boleh juga...," sahut netizen lainnya. Selain Labib, ada juga beberapa mantan chef atau profesi lainnya yang beralih jualan kaki lima. Seperti Mohlis, penjual mocktail kaki lima yang dulunya mantan bartender hotel di Pontianak. Mantan Bartender Hotel Jualan Es Pinggir Jalan Foto: YouTube / Hobby Makan Sekarang ia fokus menjadi pemilik kedai es mocktail kaki lima bernama 'Mini Bar'. Lokasinya ada di Jalan Ampera, Pontianak, tepatnya di depan sebuah Alfamart. Harga minumannya Rp 7.000 saja per gelas. Baca Juga: Kisah Mantan Bartender Hotel yang Kini Jualan Es Pinggir Jalan Simak Video "Unik! Nasi Goreng Tembakau Khas Temanggung"