Empat wisata desa di Temanggung terima kucuran Rp5,5 miliar

antarajateng 17-09-20 08:46 lain-lain

Temanggung (ANTARA) - Pengembangan empat wisata desa di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendapat kucuran dana dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp5,5 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana di Temanggung, Kamis, menyebutkan empat wisata desa tersebut, yakni Pandemulyo, Sirkuit Kedungumpul, Sendang Sengon, dan wisata religi Makukuhan. "Pengembangan wisata desa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini lewat aspirasi teman-teman DPR RI," katanya. Baca juga: Persiku Kudus butuh kucuran dana untuk operasional tim Baca juga: Pekerja di Solo mulai terima kucuran subsidi upah Menurut dia dalam pengembangan wisata desa tersebut sebelumnya memang sudah ada embrio di lokasi tersebut. Ia menyebutkan pengembangan wisata di Desa Pandemulyo Kecamatan Bulu, yaitu revitalisasi Tuk Mulyo berupa pengembangan wisata air yang mengandalkan sumber mata air Tuk Mulyo. "Program revitalisasi Tuk Mulyo ini dengan nilai anggaran Rp1,7 miliar dan sekarang masih dalam proses pelaksanaan," katanya. Kemudian pengembangan Sirkuit Kedungumpul di Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan senilai Rp1,6 miliar untuk pengembangan panjang lintasan dan pembangunan fasilitas penunjang seperti tribun, kamar mandi, dan tempat parkir. Hendra menuturkan pengembangan wisata desa selanjutnya adalah revitalisasi Sendang Sengon di Desa Banjarsari Kecamatan Ngadirejo senilai Rp1,1 miliar. "Kita siapkan tempat parkirnya, memoles bagaimana menyiapkan fasilitas penunjang pengunjung seperti kamar mandi dan sebagainya, membuat jalan setapak di sekeliling Sendang. Kemudian kita siapkan kios juga untuk pemberdayaan masyarakat lokal," katanya. Kemudian revitalisasi wisata religi Makukuhan di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu senilai Rp1,1 miliar, antara lain untuk membangun jalan setapak mengelilingi bukit, membangun tempat istirahat bagi wisatawan, kamar mandi, tempat parkir, mushala, dan sedikit rehabilitasi makam Makukuhan. "Di sana sudah ada embrio tempat wisata religi Makukuhan yang kemudian juga ada tempat wisata alam yang luar biasa karena Desa Wonosoari ini paling tinggi di antara desa-desa yang ada di sekitarnya sehingga pemandangan luar biasa," katanya. Ia menyampaikan pengembangan wisata desa tersebut bertujuan untuk peningkatan ekonomi lokal lewat potensi lokal yang ada dan nantinya dikelola oleh masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa sehingga menjadi tempat wisata lokal yang lebih optimal. Baca juga: Terminal Tirtonadi Dapat Kucuran Rp31 Miliar