Update Virus Corona Jawa Tengah Senin 7 September 2020

tribunnews 07-09-20 12:55 umum

TRIBUNJATENG.COM - Update kasus virus corona atau Covid-19 Jawa Tengah Senin 7 September 2020. Berdasarkan informasi yang diupdate terakhir oleh laman https://corona.jatengprov.go.id/ pada Sabtu 5 September pukul 12.00 WIB, total kasus positif corona di Jateng yang terkonfirmasi mencapai 16.483. Di laman ini juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah. Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Kalimat Terakhir Waria yang Dibunuh 3 ABG: Kenapa Kamu Lakukan Ini Dik, Kamu Kuanggap Adik Sendiri Jessica Iskandar Jujur Kepada Anak Tak Cocok dengan Richard Kyle, El Barack Masih Berharap Nasib Sedih Petani Tembakau Temanggung, Harga Anjlok Diperparah Serapan di Pasaran Rendah Tagar Melisa Trending di Twitter, Kisah Pilu ARMY Fans BTS yang Bunuh Diri karena Dibenci Ayahnya Kasus positif di Jawa Tengah yang terkonfirmasi hingga hari ini mencapai angka 16.483. Dengan rincian 2.402 menjalani perawatan. 12.487 terkonfirmasi sembuh dan 1.509 kasus meninggal. Pasien suspek mencapai 1.097 dan probabel mencapai 1.388. Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu. Update virus corona Jawa Tengah 7 September 2020 (https://corona.jatengprov.go.id/) Sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus corona, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengagas gerakan pola hidup baru, yakni hidup bersama Covid-19. Gerakan ini pun telah disampaikan ke bupati dan wali kota di Jateng agar bisa bersama-sama bertindak. "Mengingat angka-angka Covid-19 masih dinamis, maka kita harus dorong pola hidup baru. Mulai sekarang kami buat 'Hidup Bersama Covid-19'. Move on yuk. Kita harus merubah pola hidup baru," kata Ganjar, Selasa (28/4/2020). Sejumlah aspek kehidupan sosial diharuskan berubah sejalan pola hidup sehat agar terhindar dari corona. Antara lain, masyarakat harus jaga jarak, kalau tidak bisa didenda oleh negara, selalu pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun. Misalkan tidak ada air mengalir, bisa pakai disinfektan yang siap sedia di kantong masing-masing. "Sehingga, dalam sistem sosial ekonomi kita berubah menjadi gaya atau pola hidup baru," jelasnya. Kemudian, aspek sosial lain yang harus diperhatikan di antaranya kerumunan dibatasi maksimal empat orang dan harus berjarak. Lalu, sistem antri dibuatkan garis dan titik dengan jarak. Begitu juga dengan sistem transportasi yakni harus longgar. Begitu juga di pasar, pabrik, kantor harus ada protokol ketat untuk jaga jarak. Aktivitas tersebut bisa dilakukan dengan terus menerus yang akhirnya menjadi kebiasaan atau gaya hidup. "Hal itu bisa dilakukan agar kehidupan menjadi lebih mendekati normal. Ini tidak mudah tapi kita harus cari inovasi terus," ujarnya. Soal keamanan di Jateng di tengah pandemi ini, Ganjar menyebut ada ekses dengan meningkatnya angka kriminalitas. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tempat tinggal dengan menghidupkan ronda atau berpatroli malam. "Kekuatan nilai-nilai kultural harus dibangkitkan lagi. Tepo sliro, gotong royong, tidak berebut," ucap orang nomor satu di Jateng ini. Terkait ketahanan pangan di desa, ia minta seluruh bantuan masyarakat yang beragam sebaiknya dikumpulkan dalam satu tempat di lumbung pangan tingkat RT/RW atau kelurahan/desa. Itu dilakukan supaya untuk mengurangi ekses sosial. Tidak hanya bantuan dari pemerintah tapi juga dari nonpemerintah, Baznas, CSR, donasi dan lain-lain. TONTON JUGA dan SUBCRIBE