Lutfi yang Permasalahkan Kata Anjay hingga Lapor ke KPAI Ternyata Pacar Anak Iis Dahlia

tribunnews 31-08-20 08:54 entertainment

Lutfi yang Permasalahkan Kata Anjay hingga Lapor ke KPAI Ternyata Pacar Anak Iis Dahlia TRIBUNJATENG.COM - Lutfi Agizal tengah menjadi sorotan setelah melaporkan penggunaan kata 'Anjay' ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lutfi Agizal merasa kata 'Anjay' itu bermakna negatif dan tak baik jika terus menerus ditiru oleh anak-anak Indonesia. Guna mengurai keresahannya kepada KPAI, Lutfi Agizal pun memberikan bukti berupa video rekaman saat anak-anak mengucap kata 'Anjay'. Komnas Perlindungan Anak pun merespons dengan mengeluarkan rilis soal larangan menggunakan kata anjay untuk bullying. Dalam laman media sosialnya, Komnas Perlindungan Anak pun merilis imbauan agar khalayak berhenti menggunakan istilah atau kata 'Anjay'. Sebagai kesimpulan, Komnas Anak pun meminta khalayak untuk memperhatikan makna dari kata 'Anjay'. Karenanya, Komnas Anak mengimbau agar publik tidak lagi menggunakan kata 'Anjay' dalam kalimat sehari-hari. "Jika istilah anjay mengandung unsur kekerasan dan merendahkan martabat seseorang adalah salah satu bentuk kekerasan atau bully yang dapat dipidana. Baik digunakan dengan cara dan bentuk candaan, namun jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi. Sesuai dengan UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Lebih baik jangan menggunakan kata Anjay. Ayo kita hentikan sekarang juga !!!" tulis Komnas Anak dalam rilis. Lutfi Agizal sendiri merupakan pacar dari anak Pedangdut Iis Dahlia, Salshadilla Juwita. Keduanya sudah menjalin hubungan asmara selama 4 tahun, yakni dari tahun 2016. Bahkan keduanya dikabarkan sudah bertunangan pada tahun 2019 silam. Pasangan beda usia 4 tahun ini sempat menjalani LDR saat Salshadilla Juwita berkuliah di Inggris. Namun kini hubungan keduanya dikabarkan putus. Bahkan putri Iis Dahlia itu protes saat namanya masih diseret dalam kasus "Anjay" ini. Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Senin 31 Agustus 2020, Aries Menyimpan Kecewa Dikira Bercanda saat Minta Tolong, Harris Tewas Tenggelam Terseret Arus Seorang Ibu Dibunuh Anak Kandung dan Menantu di Temanggung, Jenazah Digantung Belakang Rumah Menikah Bukannya Bahagia, Pengantin Pria Ini Malah Menangis Ketakutan Setengah Mati, In Yang Terjadi Putri Iis Dahlia itu meminta netizen untuk berhenti menautkan akun Instagram miliknya Saya lihat daritadi kamu tag saya sama keluarga saya ya, biar apa sih? Biar aja ini jadi urusan dia, bukan urusan keluarga saya dan saya. Kami bukan orang yang suka sama hal ginian. YouTube kami juga isinya sharing, ngobrol dengan keluarga/publik figur tentang hidup mereka, masak-masak, kegiatan kami. Mana ada di YouTube kami seperti ini? Tolong ya, jangan kaitkan kami dengan hal yang tidak menyangkut kami, terima kasih, ungkap Salshadilla Juwita . Salsha sendiri sudah menghapus foto-foto Instagramnya bersama Lutfi di akun Instagramnya. Namun Lutfi masih memanjang kebersamaannya dengan Salsha termasuk dengan Iis Dahlia dan keluarganya. Rilis Komnas Perlindungan Anak Soal Kata 'Anjay' Dalam laman media sosialnya, Komnas PA merilis imbauan agar khalayak berhenti menggunakan istilah atau kata 'Anjay'. "Jakarta, 29 Agustus 2020, untuk menjawab pertanayan dan pengaduan masyarakat kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak terkait sedang banyaknya perbincangan mengenai istilah "ANJAY" sehingga viral di media sosial," tulis akun @komnasanak, Sabtu (29/8/2020). Dalam rilis tersebut, ada beberapa bahasan terkait kata 'Anjay'. Khayalak diminta memperhatikan banyak hal sebelum mempergunakan kata 'Anjay' dalam kalimat sehari-hari. "Penggunaan istilah "ANJAY" harus dilihat dari berbagai sudut pandang, tempat, dan makna," Jika kata 'Anjay' dimaksudkan sebagai kata pengganti ucapan salut atau bermakna kagum atau suatu peristiwa serta tidak mengandung kekerasan atau bully, maka penggunaannya bisa dimaklumi alias tidak apa-apa. Namun jika istilah 'Anjay' digunakan sebagai sebutan untuk merendahkan martabat seseorang maka hal itu termasuk dalam salah satu bentuk kekerasan verbal yang dapat dilaporkan sebagai tindak pidana. "Oleh sebab itu harus dilihat perspektifnya, karena penggunaan istilah "Anjay" sedang viral di tengah-tengah pengguna media sosial dan anak-anak," tulis Komnas Anak dalam rilis. Sebagai kesimpulan, Komnas Anak pun meminta khalayak untuk memperhatikan makna dari kata 'Anjay'. Karenanya, Komnas Anak mengimbau agar publik tidak lagi menggunakan kata 'Anjay' dalam kalimat sehari-hari. "Jika istilah anjay mengandung unsur kekerasan dan merendahkan martabat seseorang adalah salah satu bentuk kekerasan atau bully yang dapat dipidana. Baik digunakan dengan cara dan bentuk candaan, namun jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi. Sesuai dengan UU RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Lebih baik jangan menggunakan kata Anjay. Ayo kita hentikan sekarang juga !!!" tulis Komnas Anak dalam rilis. Sementara itu, menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, penggunaan kata Anjay itu harus dilihat dari berbagai sudut pandang, tempat dan makna. Arist mengatakan, apabila disebutkan sebagai kata pengganti ucapan salut, kata Anjay bisa bermakna kagum. "Jika disebutkan sebagai kata pengganti ucapan salut dan bermakna kagum atas satu peristiwa 'Ou.. keren'. Misalnya, memuji salah satu produk yang dilihatnya di Yuotube atau di media sosialnya, misalnya diganti dengan kata 'Anjay' untuk satu aksi pujian ini tidak mengandung kekerasan atau bullying atau perundungan, sekalipun ada kata Anjay yang dapat diartikan sebutan dari salah satu binatang, sebut saja Anjing," ujar Arist kepada Tribun, Sabtu (29/8/2020). "Namun jika kata Anjay digunakan sebagai sebutan untuk merendahkan martabat seseorang, dengan demikian kata Anjay adalah salah satu bentuk kekerasan verbal, oleh sebab itu harus dilihat perfektifnya," tegas Arist. Ia juga mengatakan, jika kata Anjay ini disebutkan kepada seseorang tidak menimbulkan ketersinggungan, maka kata Anjay itu bukan bullying ataupun perundungan. "Namun jika sebaliknya sebutan Anjay dapat dilaporkan sebagai tindak pidana kekerasan. Artinya penggunaan kata Anjay yang sedang viral ditengah-tengah Youtuber anak selain harus dilihat dalam berbagai sudut pandang dan perfektifnya," kata Arist. "Dimasa kecil saya juga mendengar untuk suatu pujian seringkali juga menggunakan kata "anjing" atau sebutan sama seperti Anjay misal "waou.. Anjingnya juga dia itu". Nah, kata ini tidak menimbulkan kemarahan kepada subjeknya maka kata Anjing dianggap hal biasa," ucapnya. Kendati demikian, sambung Arist, jika kata Anjay diucapkan kepada seseorang yang tidak dikenal. Kata Anjay itu bisa menjadi masalah dan tindak pidana kekerasan. "Namun jika itu dilakukan kepada seserorang yang tidak dikenal maka kata Anjay, anjing dan kata-kata kotor itu bisa menjadi masalah dan tindak pidana kekerasan. Dengan demikian jika kata "anjay" mengandung unsur kekerasan dan merendahkan martabat itulah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana," terangnya. "Baik digunanakan cara bentuk candaan namun jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi, sesuai dengan UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak lebih baik jangan menggunakan kata Anjay. Ayo kita hentikan," ujar Arist, sembari mengajak untuk tidak menggunakan kata Anjay. (*) Kisah Van De Jong, Sosok Modernisasi Perkebunan Teh Kaligua Brebes Info Gempa Hari Ini: Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Bantul dan Selatan Jawa Dini Hari 5 Berita Populer: Nama Partai Baru Amien Rais hingga Pembunuhan 1 Keluarga di Sukoharjo