Dampak Pandemi Semakin Memburuk, Dirasakan Semua Kalangan di Temanggung

magelangekspres 15-08-20 02:28 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Dampak dari pandemi Covid-19 semakin dirasakan oleh semua kalangan, apalagi saat ini pertumbuhan ekonomi secara nasional sudah sangat kritis yakni minus 5,9 persen. Dampaknya sangat luar biasa, tidak hanya di perusahaan swasta dan pabrik saja, petani juga merasakan dampak dari pademi saat ini, terang Kepala Dinas Tenaga Kerja, Agus Sarwono, kemarin. Ia mengatakan, hingga saat ini memang belum ada perubahan atau peningkatan dari sisi ekonomi, apalagi untuk perusahaan swasta atau pabrik kayu, terutama pabrik kayu lapis. Pandemi ini semakin hari bukan semakin baik, tapi justru sebaliknya. Kondisi ini masih belum menguntungkan bagi perusahaan swasta dan pabrik, ucapnya. Menurutnya, sebagian besar pabrik kayu lapis di Temanggung sudah merasakan dampak dari Covid-19 sejak wabah ini masuk ke Temanggung beberapa bulan lalu. Sebagian pabrik terpaksa merumahkan sementara pekerjanya karena kondisi dan situasi yang masih belum menguntungkan. Beberapa pekan lalu ada salah satu direktur perusahaan swasta yang datang ke kantor kami, dia menyampaikan sudah mulai ada pesanan kayu dari luar negeri. Namun saat ini tidak ada tindak lanjutnya lagi, secara otomatis perusahaan itu kembali merumahkan karyawannya, karena pabrik tidak ada order lagi, ujarnya. Memang katanya, masih ada beberapa perusahaan yang masih bertahan, namun hasil produksinya disimpan atau ditahan. Namun demikian karena belum bisa menjual hasil produskinya maka akan menekan harga beli bahan baku material. Baca Juga Kodim 0706 Temanggung Gelar Donor Darah di Tengah Pandemi Covid-19 Kalau di Temanggung kan sebagian besar pabrik kayu lapis, bahan bakunya ya kayu albasia. Perusahaan kemudian menekan harga bahan ini agar tetap bisa berproduksi, katanya. Akibatnya lanjut Agus, harga jual kayu albasia sebagai bahan dasar dari sejumlah pabrik kayu lapis di Temanggung ini menjadi turun. Dari informasi yang didapatnya, harga jual kayu albasia ini turun hingga 60 persen dari harga normal. Efeknya sangat komplek, perusahaan terkena imbas petani juga sama-sama merasakan dampak dari pandemi ini, ujarnya. Menurut Agus, secara resmi memang belum ada perusahaan yang melaporkan bahwa perusahaanya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun sejumlah perusahan dan pabrik memang sudah merumahkan sementara karyawannya. Selain itu, ada perusahaan yang menempuh kebijakan lain yakni dengan menerapkan sistem baru baru pekerjanya yakni dengan metode tiga hari kerja tiga hari libur atau metode lainnya yang digunakan oleh perusahaan agar bisa bertahan. (set)