BREAKING NEWS: Kemendikbud Izinkan 14 Daerah Kuning Corona di Jateng Boleh Buka Sekolah Tatap Muka

tribunnews 10-08-20 17:55 nasional

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengizinkan sekolah yang berada di zona hijau dan kuning untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Tentu saja, penerapannya dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Menanggapi hal ini, anggota Komisi E (Bidang Kesra) DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto meminta agar pemerintah tak gegabah. Rencana Pulang ke Tegal Bertemu Ibu dan Anak Buyar, Suami Istri Ini Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai Kena Pukulan Bertubi Oknum Ormas Saat Evakuasi Korban Niat Hati Pulang Hadiri Hajatan, Pasutri Asal Tegal Jadi Korban Kecelakaan Maut di Tol Cipali Keren! Pembalap Indonesia Andi Farid Finish di Moto2 Sirkuit Brno Ceska, Berikut Hasil Lengkapnya Jika benar direalisasikan, kebijakan itu dinilai sangat membahayakan siswa. Apalagi saat ini angka kasus Covid 19 di Jateng masih terus naik. "Kemarin sewaktu jumlah kasus masih sedikit, KBM (kegiatan belajar mengajar) dibuat daring. Eh saat ini ketika kasus melonjak justru akan dibuat tatap muka. Saya kira tidak pas," ujar Yudi, Senin (10/8/2020). Kemendikbud mencatat ada 43 persen siswa yang berada di zona hijau dan kuning. Sedangkan 57 persen lainnya berada di zona merah dan oranye. Status zonasi ini dilakukan per kabupaten/kota berdasarkan data Satuan Tugas Nasional Covid-19. Di Jawa Tengah terdapat 14 kabupaten/kota di zona kuning berdasarkan data situs www.covid19.go.id. Meliputi Batang, Kota Tegal, Banjarnegara, Temanggung, Pemalang, Tegal, Sragen, Purbalingga, Wonosobo, Brebes, Magelang, Boyolali, Cilacap, dan Klaten. Politikus Gerindra itu menuturkan tidak hanya orang tua dan warga yang memiliki penyakit penyerta yang rentan terpapar virus corona dan berakibat fatal. Namun, lanjutnya, anak-anak juga rentan dan bisa menularkan ke orang di sekitarnya. "Pembelajaran daring memang tak efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka antara guru dan murid. Namun, pembelajaran tatap muka membahayakan siswa," ucapnya. Pembelajaran tatap muka, lanjutnya, bisa saja dilakukan dengan catatan. Yakni angka kasus Covid-19 menurun atau setidaknya tak mengalami lonjakan. Karena itu, ia menilai pembelajaran harus tetap dilakukan daring namun dengan pembenahan. Misalnya, dari sisi pembelajaran, supaya ada perencanaan atau petunjuk pelaksanaan agar pembelajaran daring menarik dan lebih baik. Lalu, terkait infrastruktur yang banyak dikeluhkan siswa, yakni soal gawai dan kuota internet, ia mengusulkan agar dana BOS digunakan untuk pengadaan perlengkapan tersebut. Lantaran gawai dan kuota internet masuk dalam sarana-prasarana belajar siswa. "Konten harus lebih kreatif dan menarik. Guru juga harus diberikan kemampuan itu. Fokusnya lebih dulu pada konten yang lebih baik," Wakil Ketua Gerindra Jateng itu menambahkan.(mam) Viral Pesan Walikota Banjarbaru Sebelum Meninggal Karena Covid-19 : Jangan Anggap Enteng Jasa Raharja Berikan Santunan ke Ahli Waris Korban Kecelakaan di KM 333 TOL Pemalang-Batang Update Virus Corona Semarang Senin 10 Agustus 2020 Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kecelakaan Travel Vs Rush di Tol Cipali, 8 Tewas Ada Warga Jateng