Kemensos: Peran Balai Rehabilitasi Dioptimalkan, Tak Hanya Terima Satu Macam Disabilitas

tribunnews 31-07-20 20:40 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Harry Hikmat, menyebut akan menata ulang balai rehabilitasi sosial. Nantinya, balai tidak hanya menangani satu macam disabilitas saja, namun semuanya. Selama ini, balai rehabilitasi sosial sangat spesialis. Seperti Balai Rehabilitasi Sosial Kartini di Temanggung hanya untuk disabilitas intelektual. Hal itu diungkapkan Harry saat Focus Group Discussion Proses Asistensi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual Kartini, Temanggung, Kamis (30/7/2020). "Akan dimulai awal tahun depan dimana balai tidak lagi memberikan layanan spesialis, tetapi terbuka. Seperti balai di Temanggung ini, nantinya tidak hanya untuk satu disabilitas, tapi semua disabilitas bisa dilayani dengan baik," kata Harry, melalui siaran tertulis yang diterima Jumat (31/7/2020). Pada acara tersebut, Harry didampingi Direktur Lanjut Usia, Andi Hanindito; Direktur Penyandang Disabilitas, Eva Rahmi Kasim; dan Plt Kepala Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung, Langgeng Setiawan. Menurutnya, peningkatan layanan dalam rehabilitasi sosial penyandang disabilitas tersebut merupakan sebuah keniscayaan adaptasi perubahan paradigma. Perubahan paradigma itu diperlukan model layanan satu atap. Dimana semua layanan bisa dilaksanakan di satu gedung yang didukung sejumlah pihak secara bersama-sama. "Sudah berjalan model dimana semua keluhan dan perbaikan dilayani di front office dan secara otomatis terintegrasi dengan pusat service. Sehingga tidak perlu mencari ke tempat lain, cukup satu tempat, itu sangat efektif dan menghemat waktu serta biaya," jelasnya. Adanya layanan satu atap, kata dia, menjadikan antarinstansi atau stakeholder akan terbangun untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi warga yang meminta layanan. Harry menuturkan belajar dari negara lain yang sudah maju dalam layanan publik melakukan layanan terpadu dalam one stop service yang terkoneksi dengan sistem. "Terobosan menjadi penting di UPT pusat dan balai agar terkoneksi secara sistem. Misalnya di Australia disebut disable center yang memberikan konseling, parenting skill dan lain sebagainya," katanya. Selain itu, ia juga meminta balai-balai di bawah Kementerian Sosial untuk meningkatkan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) guna kepentingan penerima manfaat. Atensi tidak hanya pemenuhan kebutuhan dasar, tapi juga untuk memberikan layanan terapi, perawatan, serta dukungan keluarga.(mam)