Nurul Terharu & Ingin Nangis saat Sapi Seberat 1,1 Ton Miiknya Disembelih

tribunnews 31-07-20 14:03 nasional

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Seorang warga Kampung Pandean Dusun Lampersari Desa Krajan Kulon Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal, Muhammad Nurul Hidayat (35) mengaku terharu melihat sapi kurbannya hendak disembelih. Kata Nurul, ia sampai tak kuasa melihat langsung sapi seberat 1,1 ton yang diberi nama Si Bagong itu disembelih. Ia harus masuk ke dalam rumah sesaat sebelum si sapi disembelih. Mengaku Berhubungan Badan dengan Sejumlah Pria, Wanita Ini Tak Tahu Siapa Ayah Bayi yang Dibuangnya Sapi Kurban Jokowi untuk NTB Terbesar Se-Indonesia, Ini Berat dan Harganya Mayat Tanpa Identitas di Kampung Kali Semarang Ternyata Mimin Warga Pekunden Banyak yang Tidak Tahu, Jangan Langsung Simpan Daging Kurban di Freezer, Kualitas Akan Menurun "Enggak tahu tahun ini rasanya berbeda, gak tega dan rasa haru bercampur ingin nangis tiba-tiba saja," tutur Nurul saat ditemui usai penyembelihan, Jumat (31/7/2020). Nurul mengaku sangat bersyukur lantaran dirinya bisa menunaikan kurban kembali meski di saat masa Pandemi covid-19. Dorongan kuat untuk berbagi kepada sesama melalui daging kurban menjadi pembeda kurbannya di tahun ini. Hal itu lantaran banyak warga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Nurul beserta sang istri tergerak untuk membantu dengan meyyediakan sapi kurban jumbo untuk dibagikan ke warga sekitar. "Alasan saya memilih hewan kurban berukuran besar hanya ingin berbagi kepada sesama. Dengan daging yang banyak, semakin banyak pula warga yang bisa mendapatkan," ucapnya. Oleh Nurul, sapinya dinamakan si Bagong. Selama 15 tahun terakhir rutin berkurban, Nurul tercatat sudah dua kali kurban dengan jenis sapi jumbo. Kali ini, sapi tersebut menjadi salah satu pemenang kontes berat badan di Temanggung 2019. Sapi tersebut didatangkan langsung dari peternak di Kabupaten Magelang Rabu kemarin. Nurul memberikan hadiah sapi tersebut untuk 7 orang sebagai Muqorrobin termasuk istri, anak, dan mertuanya. Dalam proses penyembelihan, Nurul mendatangkan beberapa orang sebagai tukang jagal agar proses kurban berjalan lancar. Sempat kesulitan untuk menidurkannya, tim jagal berhasil menenangkan sapi dan melakukan penyembelihan di depan rumah Nurul. Proses penyembelihan si Bagong menjadi tontonan ratusan warga sekitar. Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat sapi milik Nurul yang tersiar memiliki bobot lebih dari 1 ton dengan harga mencapai Rp 70 juta. Selain sapi, Nurul juga berkurban kambing jenis etawa berukuran cukup besar dibanderol Rp 8 juta yang dikhususkan kepada almarhum bapaknya. Ia berharap apa yang ia lakukan menjadi jalan menambah keberkahan bagi keluarga dan masyarakat di lingkungannya. "Semoga dimudahkan rejekinya yang berkah agar bisa berkurban lagi. Doakan saja," tuturnya. (Sam) Pemkab Tegal Petakan Kompetensi Tenaga Non PNS Penonton Berdesakan Tak Pakai Masker, Bupati Tegal Hentikan Simulasi Hajatan di Dukuhwaru Idul Adha 1441 H, Ketua Takmir Masjid Agung Solo: Momen Saling Berbagi SMAN 3 Semarang Akan Pinjami Tab untuk Siswa dalam Proses Pembelajaran Daring