Zero Positif Corona, Wonosobo Belum Hijau

magelangekspres 04-07-20 02:02 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO Meski zero pasien covid-19 di Kabupaten Wonosobo, namun status daerah ini belum hijau. Masyarakat jangan terlena dan berpuas diri. Sebab, masih menunggu perkembangan hingga 14 hari kedepan. Saat ini kita belum bisa berpuas diri, tidak boleh berlebihan dan mengaggap sudah tidak ada kasus ini. Karena dari tracing yang kita lakukan menunjukkan hasil yang lumayan banyak. Selain itu, sampai saat ini kita masih menunggu 34 orang yang belum ada hasil swab, ungkap Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonosobo dr. Mohammad Riyatno kemarin. Menurutnya, secara teknis memang sudah hijau. Itu sesuai gambaran zonasi yang dibuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena sudah tidak ada covid positif. Tapi, perkembangan itu harus dipantau dan tidak bisa dinyatakan sebagai tidak ada kasus positif. Kita harus menunggu perkembangan selanjutnya. Kita tidak bisa dinyatakan terdampak, masih ada PDP, ODP dan pasien hasil rekatif. Kalau kita memaksakan ini sudah zona hijua ya tidak bisa, faktanya masih ada 34 orang. Kita harus pantau lagi situasi ini selama 7 hari atau 14 hari kedapan, bebernya. Baca juga Pemkab Temanggung Cabut Status PKM Dijelaskan, grafik di Wonosobo dikatakan masih melandai belum melantai. Apalagi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah menyampaikan, kalau daerah yang tidak ada kasus psotif, tolong diamati dalam jangka waktu 14 hari, apakah ada penambahan. Tracing atau screening tetap dijalankan melalui rapid test. Rapid test kita lakukan saat ini fokus kepada kontak erat kepada kasus reaktif, bukan kepada kontak erat yang positif. Tapi, kepada pasien reaktif dan kontak eratnya. Itulah yang sedang direncanakan, imbuhnya. Selain deteksi melalui kontak erat rapdi reaktif, rapid juga akan dilakukan kepada ibu bersalin. BNPB mengeluarkan pedoman baru, bahwa ibu bersalin akan menjadi sasaran rapid test selanjutnya untuk melindungi tenaga kesehatan. Ini bukan berarti kita tidak mau atau menolak persalinan. Jangan salah paham. Sekali lagi tidak menolak. Nakes perlu dijamin keamanan dan keselamatan, meski sudah menggunakan APD. Ini akan lebih prephare jika ada kepastian kondisi pasien, sehingga akan ada penambahan APD bagi nakes, ujarnya. Jadi itu selain edukasi dan sosialiasi, kedepan pihaknya akan lakukan apa yang sudah dijalankan saat ini, menuju tantanan kehidupan baru. Yang pasti dinkes sudah membuat protokol kesehatan untuk berbagai tempat, baik itu di rumah ibadah, tempat kerja, tempat usaha dan tempat tempat wisata. Ini sudah disampaikan ke masing-masing OPD, dan dijadikan pedoman. Sedang dalam proses pengkajian, pungkasnya. (gus)