Harga Jagung Tak Sebaik Manfaatnya

magelangekspres 01-07-20 02:54 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Pasca panen raya, harga jagung di tingkat petani turun Rp500 per kilogram. Padahal pada musim tanam tahun ini tidak banyak petani di Kabupaten Temanggung yang menanam jagung. Junari (38) salah satu petani di Kecamatan Tembarak menuturkan, saat ini petani jarang sekali yang tertarik untuk menanam jagung. Meskipun perawatan tanaman jagung ini relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Di tempat saya saja, hanya ada sekitar 10 orang yang masih tanam jagung, tuturnya, Selasa (10/7). Seharusnya kata Junari, dengan dengan semakin minimnya petani yang menanam jagung, maka produktivitas jagung juga sedikit. Demikian juga dengan stok jagung juga tidak banyak. Namun ternyata harga jagung saat ini tidak sesuai dengan harapan petani. Sekarang hanya dibeli dengan harga Rp3.500 per kilogram, itu sudah bersih jagung sudah dipipil, keluhnya. Padahal sebelum panen raya beberapa waktu lalu katanya, harga jual jagung yang sudah dipipil bisa mencapai Rp4.000 sampai Rp4.500 per kilogram tergantung dengan kualitas dari jagung itu sendiri. Menurutnya, turunnya harga jagung ini membuat petani mengalami kerugian yang cukup banyak, sebab jagung juga membutuhkan pupuk, dan perawatan lainnya. Jika tanahnya sewa, ruginya akan semakin banyak. Beruntung saja tanah sudah milik sendiri jadi kerugian tidak banyak banget, tuturnya. Baca juga Pergantian Musim, Panen Kentang di Wonosobo Meningkat Miski petani lainnya menuturkan hal yang sama. Karena alasan ini banyak petani yang tidak tertarik untuk menanam jagung. Selain harganya jauh dibandingkan dengan hasil pertanian lainnya, jagung ini juga susah saat akan menjualnya. Apalagi kalau harga murah seperti ini, susah sekali. Paling-paling saya ecerkan saja, tuturnya. Ia berharap, ke depan ada pendampingan dari pemerintah, sehingga harga jagung bisa bersaing dengan harga komoditas pertanian lainnya. Dengan demikian petani akan kembali tertarik untuk membudidayakan jagung. Miski menambahkan, jagung menjadi tanaman makanan pilihan kedua setelah padi, namun belum ada perhatian khusus terhadap petani jagung. Sehingga perkembangan petani jagung tidak seperti pertanian pada umumnya. Jika dilihat dari manfaatnya sebenarnya bagus, karena bisa dijadikan sebagai pengganti beras. tapi sayangnya belum ada perhatian khusus, tuturnya. (set)