Alasan Terjebak Lockdown, Sardi Jual Mobil Rental Milik Warga Semarang

tribunnews 30-06-20 17:00 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Situasi pandemi virus Corona yang memaksa beberapa daerah melakukan lockdown ternyata dimanfaatkan oleh Sardi Hermawan (47) warga Genuksari Kecamatan Genuk Kota Semarang untuk melakukan tindak kejahatan penggelapan dan penipuan. Sardi Hermawan melakukan penggelapan dan penipuan terhadap AN (39) warga Kelurahan Kudu Kecamatan Genuk pemilik usaha rental mobil. Kapolsek Genuk Kompol Subroto menjelaskan, kejahatan yang dilakukan tersangka bermodus menyewa mobil rental. Mahasiswa dan Dosen Uniba Solo Gelar Demo, Rektor Lepas Baju dan Nyatakan Mundur Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 30 Juni 2020, Ada yang Turun Harga Kunjungi Komjen Pol (Purn) Noer Ali, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Diguyur Petuah Klarifikasi Baim Wong Saat Disebut Berseteru dengan Nikita Mirzani Soal Karyawan Tersangka Sardi Hermawan menyewa mobil milik korban berupa Suzuki APV warna coklat metalik bernopol H 9166 SS, Senin (13/4/2020) sekira pukul 13.00 WIB. Korban sebelumnya memberitahu tersangka bahwa sudah tidak ada mobil bagus. Kalau tersangka tetap mau menyewa hanya tersedia satu unit mobil jenis Suzuki APV itu pun masih berada di bengkel mobil di daerah Karangroto Genuk. Pelaku tetap kukuh ingin menyewa mobil dengan alasan mengantar keluarganya ke Grabag Magelang. "Pemilik rental akhirnya menyewakan mobil ke pelaku. Suami korban lalu mengantarkan pelaku ke bengkel tersebut untuk mengambil mobil di bengkel," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (30/6/2020). Kompol Subroto melanjutkan, pelaku menyewa mobil selama tiga hari dengan biaya sewa Rp. 150 ribu perhari atau total Rp. 450 ribu. Uang sewa itu telah diterima korban dan kunci mobil berpindah tangan. Selang tiga hari kemudian, korban menghubungi pelaku untuk memberitahukan kepada pelaku bahwa sewa mobil telah habis. "Ketika itu pelaku beralasan belum bisa ke Semarang lantaran terjebak lockdown virus Corona di Temanggung sehingga pelaku memperpanjang periode sewa selama tujuh hari," ujarnya. Berikutnya setelah tujuh hari, ucap Kapolsek,pelaku tidak juga mengembalikan mobil. Uang sewa tujuh hari juga belum dibayarkan pelaku. Melihat gelagat mencurigakan dari pelaku yang tetap tidak mau mengembalikan mobil dengan alasan lockdown akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genuk. "Benar saja mobil milik korban telah dipindahtangakan pelaku ke orang lain," bebernya. Menurut Kapolsek, pelaku melakukan perbuatan tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. "Pelaku kami tangkap di Temanggung, alasannya melakukan kejahatan itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi," terangnya. Dari kejahatan yang pelaku perbuat kini dia dijerat pasal 372 KUHP junto pasal 378 KUHP dengan ancaman hukum selama 4 tahun. (iwn) SMK Negeri 7 Semarang Siap Gelar Pembelajaran Langsung Sidak Jamur Enoki di Beberapa Swalayan di Kabupaten Tegal, Toto: Masyarakat Harus Lebih Hati-hati Pendapatan Daerah Kota Semarang Capai 52%, Pembayaran Pajak Sektor Pariwisata Sempat Tertunda Kesembuhan Kasus Covid-19 di Sragen Capai 78%, Wabup: Kami Lakukan Sesuai Arahan Presiden