RSUP dr Kariadi Semarang Pastikan Tempat Tidur untuk Perawatan Pasien Corona Masih Cukup

tribunnews 30-06-20 17:31 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - RSUP dr Kariadi Semarang memastikan sejauh ini jumlah tempat tidur untuk pelayanan perawatan pasien corona atau covid-19 cukup. Seperti diketahui, RSUP dr Kariadi merupakan salah satu rumah sakit di Jawa Tengah yang cukup banyak merawat pasien positif corona. Bahkan, menurut data di www.corona.jatengprov.go.id, saat ini RSUP dr Kariadi merawat 105 pasien dari total 1.698 jumlah kasus positif corona yang di rawat saat ini. Mahasiswa dan Dosen Uniba Solo Gelar Demo, Rektor Lepas Baju dan Nyatakan Mundur Kunjungi Komjen Pol (Purn) Noer Ali, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Diguyur Petuah Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 30 Juni 2020, Ada yang Turun Harga Klarifikasi Baim Wong Saat Disebut Berseteru dengan Nikita Mirzani Soal Karyawan "Sejauh ini tempat tidur yang disediakan untuk melayani pasien covid 19 di RSUP dr Kariadi masih cukup," kata Humas RSUP dr Kariadi, Parna, secara singkat saat dihubungi Tribunjateng.com. Saat ditanya mengenai jumlah keselutuhan tempat tidur untuk merawat pasien positif corona. Termasuk, apakah rumah sakit provinsi tersebut juga pernah mengalami kehabisan tempat tidur. Di rumah sakit lain, yaitu di rumah sakit umum daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro, rumah sakit yang juga menjadi tempat rujukan pasien corona di Kota Semarang saat ini memiliki 96 tempat tidur untuk menangani pasien covid-19. Direktur RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemui kasus kehabisan tempat untuk merawat pasien corona. Hanya saja, dengan memanfaatkan sampai 96 ruangan tersebut, pihak rumah sakit justru nyaris menelantarkan puluhan pasien non covid yang harus dirawat di IGD. Beruntung, pihak rumah sakit berhasil menyulap beberapa ruangan yang kemudian akhirnya semua pasien non covid tersebut tertolong dengan baik. "Ya, kehabisan ruangan sih tidak, karena ruangannya ya itu (Ditemoatkan khusus-red). Tapi di IGD itu yang menunggunya sampai 20 pasien. Padahal kita kapasitas saat itu hanya tujuh, kemudian malam itu juga kita rombak, kita buat ventilasi dan sebagainya bisa sampai 13 ruangan. Nah kemudian masih kurang lagi, kita komunikasi dengan para dokternya, mana yang bisa di kirim ke karantina akhirnya bisa diatur," kata Susi saat dihubungi terpisah. "Ketika itu, kita sampai yang ngeri sekali, aduh bagaimana kita malam-malam koordinasi dengan dokter. Ini bagaimana, pasien membahayakan kalau kita biarkan. Kan kalau di IGD jangan sampai pasien tertular. Betul-betul kita jaga benar," ungkapnya. Disamping itu, Susi mengatakan pihaknya juga memindahkan para pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) ke ruang karantina agar tempat tidur untuk perawatan intensif para pasien positif corona bisa tetap tercukupi. "Kemudian kita cek mana pasien covid yang sudah sehat (namun hasil labnya negatif-red) dan tanpa infus, kita pindahkan ke karantina," ucapnya. Guna mengantisipasi bila suatu saat jumlah pasien covid-19 kembali membludak, Susi mengatakan pihak rumah sakit berencana akan menambah satu ruangan isolasi lagi yakni ruang Arimbi. Namun Susi berharap pihaknya tak perlu lagi menambah ruang isolasi, sebab dengan melihat situasi saat ini kasus covid-19 mulai menurun. "Ya, kita sudah berfikir nanti ruang arimbi. Tapi mudah-mudahan tidak karena sudah mereda (Kasus covid-19-red). Soalnya di Temanggung itu saat ini dia menyediakan banyak ruang isolasi, tapi kemudian pasiennya tidak banyak akhirnya ruangan yang untuk isolasi itu dikembalikan fungsinya sebagai ruangan non covid. Kemudian di Wonosobo saat ini sudah nol tidak ada pasien PDP. Harapannya pandemi ini segera berakhir," pungkasnya. (arl) Disdukcapil Kota Semarang Buka Layanan Tatap Muka, Per Hari Dibatasi 25 Orang Udinus Salurkan Ratusan APD ke 2 Puskesmas di Kota Semarang Alasan Terjebak Lockdown, Sardi Jual Mobil Rental Milik Warga Semarang SMK Negeri 7 Semarang Siap Gelar Pembelajaran Langsung