RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Lebih Banyak Rawat Pasien Corona dengan Komorbid, Apa Itu?

tribunnews 30-06-20 15:15 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T Wongsonegoro masih menjadi salah satu rumah sakit rujukan covid-19 saat ini. Direktur rumah sakit Wongsonegoro, Susi Herawati menuturkan saat ini jumlah pasien positif corona dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 84 pasien. Yang jelas, pihak rumah sakit Wongsonegoro saat ini menambah jumlah tempat tidur dengan total 96. Kunjungi Komjen Pol (Purn) Noer Ali, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Diguyur Petuah Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 30 Juni 2020, Ada yang Turun Harga Update Virus Corona Kota Semarang Selasa 30 Juni 2020, Tembalang Masih Tertinggi Hotman Paris Cinta Berat pada Tamara Bleszynski: Gue Rela Gadai Berlian dan Kirim Lamborgini "Satu minggu ini luar biasa peningkatannya. Namun pada hari ini sudah mulai menurun. Kami membuka lagi ruangan, sehingga kami membuka ruangan untuk pasien covid-19 itu ada 96 bed (Tempat tidur-red)," kata Susi kepada Tribunjateng.com, Senin (29/6/2020). "Hari ini sih agak sudah mulai menurun. Tidak sebanyak kemarin. Hari ini kita merawat 84 pasien covid-19 dan yang PDP," imbuhnya. Susi mengatakan, jumlah pasien positif yang mulai menurun ini dikarenakan kondisi sejumlah pasien yang hasil klinisnya mulai membaik. "Kemudian kenapa kita bisa menurunkan?, berkaitan pasien yang klinisnya baik, tapi hasilnya masih belum negatif kita kirim ke karantina. Sambil nanti menunggu hasilnya negatif. Jadi yang kita rawat ini yang betul-betul perawatan khusus," terangnya. Adapun untuk pasien yang dirawat di rumah sakit Wongsonegoro tersebut, dikatakan Susi hanya 20 persen di antaranya yang berstatus murni positif covid-19. Rata-rata dari mereka berstatus positif OTG (Orang Tanpa Gejala). Sementara 80 persen lainnya, merupakan pasien positif maupun PDP dengan memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid dengan rata-rata usia 40 tahun ke atas. "Ya, sebagian besar mereka memiliki komorbid. Ada hipertensi, diabetes, usia, kemudian ginjal, jantung. Perbandingannya dengan yang murni covid ini 20 persen berbanding 80 persen. 20 persen non atau murni covid, dan 80 yang komorbid," katanya. "Yang 20 persen ini biasanya mereka OTG. OTG ini kita dapatkan yang sakit positif, kemudian kita periksa swab nya, dan ternyata positif juga. Nah ini mereka tidak ada komorbid," ungkapnya. Saat ini, jumlah tempat tidur yang dikhususkan untuk pasien covid di rumah sakit Wongsonegoro juga hasil dari penambahan peruntukan untuk ruang isolasi. Semula ada dua ruang isolasi yakni Arjuna 1, dan Arjuna 2. Kemudian ada tambahan ruang Banowati dan ruang Bima untuk peruntukan ruang isolasi perawatan pasien covid-19. "Di ruangan Bima pertamanya 24 bed, sekarang kita perluas lagi jadi 32. Ada ruangan yang bisa kita manfaatkan," kata Susi. Sejauh ini, Susi menjelaskan pihaknya belum pernah mengalami kasus stok tempat untuk perawatan pasien covid-19 penuh. Sebab, untuk pasien yang sudah menunjukkan gejala sembuh dan tanpa infus akan dialihkan ke ruangan karantina khsus. Namun mengantisipasi bila suatu saat jumlah pasien covid-19 kembali membludak, Susi mengatakan pihak rumah sakit berencana akan menambah satu ruangan isolasi lagi yakni ruang Arimbi. Namun Susi berharap pihaknya tak perlu lagi menambah ruang isolasi, sebab dengan melihat situasi saat ini kasus covid-19 mulai menurun. "Ya, kita sudah berfikir nanti ruang arimbi. Tapi mudah-mudahan tidak karena sudah mereda (Kasus covid-19-red). Soalnya di Temanggung itu saat ini dia menyediakan banyak ruang isolasi, tapi kemudian pasiennya tidak banyak akhirnya ruangan yang untuk isolasi itu dikembalikan fungsinya sebagai ruangan non covid. Kemudian di Wonosobo saat ini sudah nol tidak ada pasien PDP. Harapannya pandemi ini segera berakhir," pungkasnya. (arl) Gotri Wijayanto Optimis Tinggal Menghitung Hari Temanggung Bebas Corona Kini Hanya Tersisa 10 Pasien Corona Berstatus OTG di Temanggung MAKI : Masih Ada 3 Orang Diduga Terlibat Suap Mantan Bupati Jepara Tak Tersentuh Hukum Kronologi TKW Sragen Disiksa di Arab Saudi, 18 Tahun Tak Mudik Ternyata Disekap