DPRD Minta Pemkab Temanggung Siapkan Skema New Normal

magelangekspres 30-06-20 02:03 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Kalangan DPRD Temanggung meminta agar pemerintah daerah setempat segera menyiapkan skema untuk menyongsong tatanan kehidupan baru, menghadapiera baru atau normal baru setelah munculnya kebijakan dari pemerintah pusat soal tatanan hidup baru. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung M Amin meminta, skema terbaik untuk menyonsong tatanan kehidupan baru sangat penting. Untuk itu persiapan harus dilakukan sedini mungkin sehingga saat memasuki normal baru ini masyarakat bisa segera menyesuaikan. Dalam menyambut normal baru ini banyak yang harus dipersiapkan, selain melakukan melakukan penataan di bidang ekonomi. Hal penting itu juga harus dilakukan pada sektor pendidikan terkhusus pendidikan pesantren. Sektor perekonomian memang sangat penting, namun sektor pendidikan juga tidak kalah penting. Oleh karena itu harus ada persiapan yang matang, katanya. Amin menyatakan jika new normal merupakan opsi yang paling rasional untuk segera disiapkan oleh pemerintah, termasuk Pemda Temanggung, maka pemerintah harus segera menyiapkan segala sesuatunya. Mengingat banyak sektor yang mau tidak mau harus mulai dibuka dan digerakkan, misalnya kantor-kantor pemerintah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, seperti Dukcapil, Pelayanan Perizinan dan lainnya. Sehingga kedepan masyarakat bisa tetap menjalankan aktivitas dengan baik dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Baca juga Persiapan New Normal, Gelora Sanden Dihiasi Seni Mural Sekarang memang sudah dibuka, pelayanan juga sudah mulai kembali. Namun tetap harus menerapkan disiplin pencegahan penyebaran Covid-19, terangnya. Tidak hanya itu, termasuk yang yang berhubungan langsung dengan urat nadi perekonomian, seperti pasar dan pada sektor pendidikan mengingat pada pertengahan bulan Juli sudah harus memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Sektor pendidikan ini menjadi sangat penting sekali, pemerintah harus benar-benar menyiapkan skenarionya dengan baik, katanya. Amin juga menyampaikan bahwa terkait dengan penerapan new normal di sektor pendidikan juga harus memperhatikan standar new normal di pondok Pesantren. Melihat situasi seperti ini pesantren tetap harus jalan untuk mencetak generasi-generasi penerus bangsa tentunya dengan protokol kesehatan yang ada, terangnya. Politikus PKB itu juga mendorong pemerintah daerah untuk membantu menyiapkan sarana dan prasana pesantren baik menyiapkan Rapid test atau swab bagi santri dan pengasuh serta menyiapkan ketahanan ekonomi pesantren. Kita tahu keadaan pesantren saat ini jika diterapkan sistem new normal maka tidak akan memadahi. Baik dalam sisi pusat kesehatan, beserta tenaga dan alat medisnya, sarana tempat tidur, MCK yang belum standar, ketiadaan wastafel portable maupun penyemprotan disinfektan, APD, alat rapid test, hand sanitizer hingga masker menjadi kebutuhan mendesak bagi para santri di pesantren, katanya. Amin menambahkan, di seluruh wilayah Kabupaten Temanggung ada puluhan pondok pesantren yang menampung ribuan santri. Sebaiknya secara intens pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada pengurus pendok pesantren terkait dengan sistem yang akan diberlakukan pada tatanan kehidupan baru ini. Pemerintah daerah harus hadir disini. Pemerintah harus bisa merencanakan dan memetakan pondok pesantren saat hendak memberlakukan new normal ini. Jangan sampai muncul klaster baru, yaitu klaster pesantren setelah diberlakukan new normal, tegasnya.(set)