Update Corona Jateng 29 Juni: 3.851 Positif, 1.181 PDP Meninggal

detik 29-06-20 11:04 umum

Yogyakarta - Pemprov Jawa Tengah mencatat ada 3.851 kasus positif virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya hingga saat ini. Selain itu tercatat pula ada 1.181 kasus pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona yang meninggal dunia di Jateng. Dari data yang diunggah website corona.jatengprov.go.id, Senin (29/6/2020) pukul 10.29 WIB, dari 3.851 kasus positif virus Corona di Jateng saat ini, terdiri dari 1.861 pasien Corona yang dirawat (48,33 persen), 1.686 pasien sembuh (43,78 persen), dan 304 pasien meninggal dunia (7,89 persen). Bila dibandingkan dengan data kemarin, maka ada penambahan jumlah kasus positif virus Corona di Jateng sebanyak 80 kasus. Selain itu, jumlah pasien Corona yang sembuh di Jateng juga bertambah sebanyak 35 orang dan jumlah pasien Corona yang meninggal dunia bertambah tujuh orang. Persebaran pasien Corona yang dirawat di Jateng saat ini di antaranya 344 pasien di Dinkes Kota Semarang, 137 di Dinkes Kabupaten Temanggung, 104 di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, 96 di RSUP Dr Kariadi Semarang, 76 di Dinkes Kabupaten Demak, dan 69 di RSU Mardi Rahayu Kudus. Selanjutnya persebaran pasien Corona yang sembuh di Jateng di antaranya 131 pasien di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, 121 di Dinkes Kota Semarang, 115 di RSUP Dr Kariadi Semarang, 66 di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, 64 di RSUD Merah Putih Kab Magelang, dan 58 di RSUD Setjonegoro Wonosobo. Baca juga: Benda Mirip Rudal di Pinggir Bengawan Solo Diledakkan Tim Gegana Brimob Terakhir yakni persebaran pasien Corona yang meninggal dunia di Jateng di antaranya 48 pasien di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, 37 di RSUD Sunan Kalijaga Demak, 29 di RSUP Dr Kariadi Semarang, 16 di RSUD Dr Moewardi Solo, 16 di RSU Sultan Agung Semarang, dan 12 di RS Panti Wilasa dr Cipto. Pemprov Jateng juga mengungkap data jumlah kasus PDP virus Corona di wilayahnya saat ini yakni 8.596 kasus. Terdiri dari 942 PDP dirawat (10,96 persen), 6.473 sembuh (75,3 persen), dan 1.181 meninggal dunia (13,74 persen).