Rem Truk Blong, 4 Orang Tewas

radarsemarang 21-06-17 08:40 travel

MUNGKID Kecelakaan karambol terjadi di jalan utama Semarang-Magelang, Selasa (20/6) siang, tepatnya di dekat perempatan Secang Kabupaten Magelang. Kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan itu mengakibatkan 4 orang meninggal dunia. Informasi yang dihimpun koran ini, para korban tersebut adalah pasangan suami istri Mustofa Safiulloh, 32, dan Masroh, 27, warga Payaman Kecamatan Secang; Tafsir, 49, warga Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung dan Maryam, 62, warga Dusun Padan RT 05 RW 2 Desa Krincing Kecamatan Secang yang sedang berjalan kaki. Kecelakaan bermula saat truk tronton bermuatan snack dengan nomor polisi B 9937 JD yang dikemudikan Suprih, warga Kudus meluncur dari Semarang menuju Magelang dengan kecepatan tinggi. Saat itu, sekitar pukul 12.45 WIB, diduga truk mengalami rem blong. Rem tak berfungsi diketahui ketika truk menabrak seorang pejalan kaki di kawasan Krincing, tak jauh dari lokasi kejadian. Tadi truk menabrak orang yang sedang jalan, kemudian menabrak beberapa kendaraan yang sedang akan berhenti di lampu merah, kata Slamet, salah satu saksi mata. Jalan yang menurun membuat laju truk semakin tidak terkendali. Sopir kehilangan kendali dan menabrak 4 kendaraan lain secara beruntun. Di antaranya, sepeda motor Honda Supra dengan nopol AA 2606 YA, kemudian Innova nopol BB 1349 UKA, sepeda motor nopol AA 3711 EF dan minibus angkutan umum Suzuki Carry nopol AA 1108 AK. Truk kemudian baru berhenti setelah menyeret kendaraan tersebut hingga melintas di jalur berlawanan. Truk berhenti setelah mobil minibus yang dikemudikan Tafsir tersangkut pohon. Tafsir yang terjepit akhirnya meninggal dunia. Sedangkan, pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Mustofa juga meninggal di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala. Sedangkan dua korban lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Empat orang meninggal, kata Kasat Lantas Polres Magelang AKP Didi Dewantoro. Sejauh ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui kronologis dan mengungkap identitas korban. Pengemudi tronton kita amankan, paparnya. Dugaan sementara truk over muatan yang membawa snack. Kemudian yang mengemudi bukan sopir asli, tetapi kernet. Sopir sudah mendahului ke Jogjakarta untuk mengambil antrean bongkar muat, tambah Didi. Yongki, penumpang truk tronton, mengatakan, dia dan sopir mengetahui jika kendaraannya mengalami rem blong. Waktu itu, saya bilang, lebih baik kita masuk jurang atau menabrak pohon, daripada nantinya menabrak banyak orang di jalan, ujarnya ketika dimintai keterangan. Rem dirasakan mulai tidak berfungsi ketika truk melewati pertigaan Desa Krincing, Kecamatan Secang. Namun, saran itu diabaikan. Suprih mengatakan, dia tahu bagaimana mengemudikan kendaraan dengan aman. Cemas karena truk tetap melaju kencang tanpa kendali, Yongki pun berteriak-teriak dari jendela, mengatakan rem truk blong dan meminta agar semua kendaraan di jalan menyingkir. Banyak orang, pengguna kendaraan panik dan bergerak menyingkir. Ketika itu, seorang pejalan kaki, Maryam, tidak bisa menyelamatkan diri dan menjadi korban tertabrak truk pertama kali. Proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di jalan tersebut menjadi tersendat. Sementara itu, salah satu warga yang turut terkena dampak kecelakaan, Nurjanah, 26, harus merelakan sebuah gerobak angkringannya rusak. Setahun silam, rumahnya yang terletak di tepi jalan utama Semarang-Jogjakarta tersebut juga nyaris roboh karena kecelakaan serupa. Satu tahun lalu pas bulan puasa juga, empat hari sebelum Lebaran seperti kejadian sekarang. Sebuah truk tangki bermuatan minyak goreng menabrak bagian depan rumah saya. Rumah saya rusak parah waktu itu. Bersyukur sekarang cuma gerobak saja yang rusak, katanya. Saat kejadian, ia mengaku sedang berada di dalam rumah. Ia terkejut ketika melihat gerobak yang sehari-hari digunakan untuk mengais rezeki tersambar truk. (vie/cr3/ton)