Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Spesies Tumbuhan Papua, BMKG, VCO

tempo 07-06-20 21:32 teknologi

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan penemuan satu spesies tumbuhan baru di area kerjanya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Berita terpopuler selanjutnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan musim kemarau tahun ini tidak seekstrem musim kemarau tahun 2019. Juga, Pakar Kimia Agroindustri dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Thamrin Usman, mengungkap cara virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni melawan virus corona Covid-19. Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno: 1. Freeport Temukan Spesies Tumbuhan Baru Papua, Diteliti 35 Tahun Pratita Puradyatmika, General Superintendent Departemen Environmental PTFI. Kredit: ANTARA/PTFI) Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan penemuan satu spesies tumbuhan baru di area kerjanya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Timika, Sabtu, 6 Juni 2020, PTFI menyebut spesies tumbuhan baru itu dinamakan Diplycosia puradyatmikai Mustaqim, Utteridge & Heatubun sp. nov. Penemuan spesies baru ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal internasional Phytotaxa442: 5260 tanggal 11 Mei 2020. Bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor, Universitas Papua, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat, serta Royal Botanic Gardens Kew (Inggris) dalam proses eksplorasi dan publikasinya, penemuan ini menjadi penemuan tanaman ke-29 PTFI dalam 23 tahun terakhir dan sukses menambah khazanah keanekaragaman hayati Indonesia yang dikenal sebagai negara megabiodiversitas. Secara fisik, Diplycosia puradyatmikai merupakan sebuah tanaman yang tumbuh dalam rumpun semak setinggi kurang lebih 1,5 meter dengan ranting kuat berwarna cokelat. 2. Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Tidak Seekstrem 2019 Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. TEMPO/Fakhri Hermansyah Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan musim kemarau tahun ini tidak seekstrem musim kemarau tahun 2019. "Saat ini di sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau," katanya usai panen bawang merah pada sekolah lapang iklim di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu, 6 Juni 2020. Meskipun tidak akan seekstrem musim kemarau tahun 2019, ada sebagian wilayah terutama di daerah Pantura Jawa akan lebih kering dari normalnya. "Musim kemarau tahun ini tidak seekstrem tahun lalu, jadi kondisinya masih normal kecuali di beberapa wilayah di sepanjang Pantura Jawa. Di sepanjang pantura itu kondisinya akan lebih kering dari normal meskipun tidak sekering tahun lalu," katanya. 3. Pakar Untan Ungkap Cara VCO Lawan Virus Corona Virgin Coconate Oil (VCO) yang sudah dalam kemasan. Kredit: Simon Lolonlun/Antara Pakar Kimia Agroindustri dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Thamrin Usman, mengungkap cara virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni melawan virus corona Covid-19. Hal ini dapat terjadi karena kandungan lipid pada VCO dapat berinteraksi dengan lipid membran sel virus corona. "Salah satu cara untuk membunuh virus adalah merusak selnya. Sel bisa dirusak dengan macam-macam cara, salah satunya adalah bagaimana kita bisa membuat susunan lipid yang ada di sel itu yang tadinya teratur, menjadi tidak teratur," kata Thamrin Usman, saat dihubungi di Pontianak, Sabtu, 6 Juni 2020. Menurut dia, dengan menjadikan susunan lipid yang ada di membran sel menjadi tidak teratur, maka terjadi kerusakan membran sel. Karena lipid VCO bisa masuk dan berinteraksi dengan lipid membran sel pada virus, maka membran sel itu jadi rusak dan tidak berfungsi. "Bahasa ekstremnya itu mati," kata alumni program master dan doktoral di ENSCT-INP, Toulouse, Prancis, untuk bidang Kimia Agroindustri itu. Terkait manfaat VCO yang dapat membunuh virus corona, guru besar pada Fakultas Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu menyatakan sudah digunakan dalam pengobatan pasien positif Covid-19.