Dintanpangan Temanggung Kembangkan Kemloko Tahan Cuaca Ekstrim

magelangekspres 28-05-20 02:53 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Untuk terus meningkatkan kualitas tembakau asli Temanggung Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpangan) Kabupaten Temanggung mengembangkan benih tembakau kemloko yang diharapkan lebih tahan terhadap cuaca ekstrim. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi mengungkapkan, pengembangan benih tembakau ini bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang. Pemuliaan atau pengembangan tanaman tembakau kemloko yang merupakan varietas lokal diharapkan nantinya tahan terhadap iklim ekstrim, harapnya. Ia mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan uji multi lokasi kaitannya dengan pengembangan varietas untuk kemloko 7, kemloko 8, dan kemloko 9. Varietas tersebut ditanam di lokasi yang berbeda. Hasilnya nanti akan diketahui mana yang lebih baik sesuai dengan lokasi tanah atau lokasi tanam, terangnya. Pengembangan varietas yang sudah dimulai 10 tahun lalu dan sekarang Temanggung mempunyai varietas tembakau asli yang paling banyak di seluruh Indonesia. Kalau pengembangan terakhir ini sudah jadi maka ada 10 varietas tembakau kemloko. Masrik menyebutkan terkait pengembangan tanaman tembakau ada 2 program, yakni pemuliaan dan pemurnian. Melalui program pemurnian maka benih tembakau yang beredar di masyarakat itu tetap terkendali tidak tercampur dengan tanaman tembakau yang lain. Baca Juga Cerita Unik dari Kampung-kampung Lockdown Covid-19 di Magelang saat Merayakan Lebaran Namun, berkaitan dengan pemuliaan pihaknya tidak bisa sendiri karena ada program isolasi gen, melihat DNA-nya, kemudian dilakukan di laboratorium dan dilakukan penanaman di beberapa lokasi seperti sekarang ini. Tanaman ini sudah siap di lapangan setelah selesai di laboratorium, inilah uji multilokasi yang sudah mendekati tahap akhir untuk menghasilkan kemloko 7, kemloko 8, dan kemloko 9, jelas Amin. Disebutkan, sebelumnya ada varietas kemoko 4, kemloko 5, dan kemloko 6 yang telah diluncurkan tahun 2017 dan sudah diminati para petani di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prahu. Menjadi kesukaan petani di daerah atas, terutama kemloko 5 dan kemloko 6, kandungan nikotinnya cukup tinggi dan daunnya juga lebar. Kali ini pengembangan untuk penyempurnaan lagi, kita tambahi gen atau isolat DNA yang berkaitan dengan peningkatan terhadap ketahanan iklim ektrem, bebernya. Selanjutnya Amin menuturkan varietas kemloko 7, kemloko 8, dan kemloko 9 nanti tahan basah atau air dan tahan kering, sehingga diharapkan nanti dengan kondisi apa pun tembakau Temanggung itu tetap bisa berproduksi secara maksimal. Hasil dari uji multilokasi tersebut akan selalu dilaporkan dan nanti kalau sudah siap varietasnya dilakukan sidang pelepasan varietas dan setelah dilepas oleh sidang itu baru sah diedarkan ke masyarakat. Amin menjelaskan untuk tanaman tembakau di Temanggung harus mewakili dua tipe, yakni tipa sawah dan tipe gunung. Tipe gunung dicoba di daerah Canggal Kecamatan Candiroto untuk uji multilokasinya dan yang sawah akan dicoba di dua lokasi di Walitelon Kecamatan Temanggung dan Kutoanyar Kecamatan Kedu. (set)