Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 2 Balita Tewas Terpanggang di Dalam Mobil Tetangga yang Rusak

tribunnews 27-05-20 22:35 umum

TRIBUNJATENG.COM, PASURUAN - Dua balita tewas terbakar terpanggang di dalam mobil. Dua bocah ditemukan meninggal dunia di dalam mobil tetangganya, Daihatsu Charade N 1274 CV, Selasa (26/5/2020) siang sekira pukul 12.15 WIB. Mereka adalah AGM (4) dan KFA (4). Saputri Istri Pertama Didi Kempot Ungkap Cerita di Balik Lagu Layang Kangen Saat Masa Susah Bersama [CEK FAKTA] Viral Oknum Ibu Guru di Temanggung Mesum dengan Pemulung? Ini Pernyataan Polisi Ganjar Pranowo Imbau Warga: Jangan ke Jakarta, Toh Kemarin Meski Dilarang, Anda Mbolos dan Nekat Pria Lansia Asal Klaten Positif Corona Sudah 40 Hari, 5 Kali Tes Swab Hasilnya Tetap Mereka ditemukan tewas dengan kondisi tubuh yang terbakar. Ahli dari tim Puslabfor Mabes Polri Cabang Surabaya akhirnya mendatangi lokasi kejadian dua bocah terbakar dalam mobil di Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/5/2020) siang. Kedatangan tim ini untuk memeriksa dan melakukan penyelidikan atas insiden terbakarnya mobil Daihatsu Charade dan menewaskan dua orang bocah yang sedang bermain di sekitar lokasi kejadian. Di lokasi, tim terlihat melakukan pemeriksan mendalam. Tim mengumpulkan sejumlah bukti - bukti tambahan. Dari catatan, di lokasi, tim melakukan pemeriksaan sekitar dua jam. Kompol Agus Santoso, salah satu tim Puslabfor Mabes Polri Cabang Surabaya mengatakan, hasil olah tkp sudah selesai dilakukan. Ia menyebut, dari lokasi kejadian, pihaknya mengamankan sejumlah bukti tambahan. "Kami mengamankan satu botol plastik abu sisa kebakaran dan kabel power dari kutub positif aki ke arah audio tape," kata dia. Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan sementara, dugaan awal, api ini muncul dari arah dashboard. "Kami melihat pola bekas kebakaran. kami temukan, api menjalar dari arah dashboard. Dan ini awal mula kebakaran," kata dia. Ia juga menerangkan, ada jalur kabel lain yang mengarah ke audio. "Tadi kami juga sudah amankan kabelnya. Tapi, apa ini ada kaitannya, kami belum bisa memastikan," sambung dia. Kendati demikian, ia belum bisa memastikan apa yang sebenarnya menjadi penyebab sehingga muncul api dan terjadi kebakaran. "Kemungkinan, hasil akan keluar dalam dua minggu setelah pengujian. Jadi kami akan uji disana," tambah dia. Sebelumnya, Kapolsek Pandaan AKP I Made Suardana sempat menyampaikan dugaan bahwa kedua bocah malang itu bermain korek api di dalam mobil. Hingga akhirnya api menyambar seluruh bagian dalam mobil dan kedua bocah tersebut terjebak tak bisa keluar. "Sementara analisis kami, anak tersebut main korek di dalam mobil, karena api membesar dari belakang menuju kedepan," jelasnya. Kapolsek menjelaskan, ada kemungkinan lain, bisa jadi ada kemungkinan bahwa anak ini bermain di dalam mobil, yang tanpa sengaja akhirnya membuat mobil konslet dan terbakar. Apalagi mobil masih dalam tahap perbaikan. "Kami belum bisa memastikan. Makanya, kami menunggu tim labfor Polda Jawa Timur untuk melakukan penyelidikan dan olah tkp kejadian. Ini kami masih menunggu kedatangannya," pungkas dia. Kapolsek menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan sekira pukul 12.15 WIB. Ia mengaku bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian di Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan. "Kami bersama warga langsung melakukan pemadaman dengan menggunakan air sumur. S etelah api padam, ternyata kami temukan dua anak di dalamnya yang sudah dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya. Ia meminta waktu untuk melakukan pemeriksaan mendalam. Untuk saat ini, kedua jenazah yang masih anak - anak itu sudah dievakuasi dan akan dibawa ke rumah sakit untuk otopsi. "Kami akan kumpulkan dulu data dan keterangan di lokasi kejadian. Kami belum bisa simpulkan. Kondisi kedua orang tuanya juga masih sangat terharu. Ini akan kami kembangkan, nanti akan kami sampaikan perkembangannya," pungkas dia. Orangtua Bekerja Penyebab pasti 2 balita tewas terpanggang di dalam mobil di Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) terus didalami polisi. Hasil penyelidikan sementara polisi mengungkap fakta-fakta terbaru. Antara lain bahwa mobil tempat balita itu tewas terbakar bukan milik orangtuanya, melainkan milik tetangga. Saat kejadian mobil tidak terkunci dan pemiliknya pergi halal bihalal ke rumah kerabat. Sementara itu orangtua korban bekerja. Menurut Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, fakta yang sudah ditemukan adalah pemilik kendaraan ini meninggalkan mobil dalam kondisi yang tidak terkunci. "Itu terbukti saat penyidik menemukan kunci kontak mobil yang masih menancap. Informasi yang kami dapatkan, mobil sedang dalam tahap perbaikan," papar dia. Ia memastikan, dalam kasus ini ada unsur kelalaian. Artinya ada kelalaian dari pihak pemilik mobil dan orangtua korban. AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan bahwa ternyata dua bocah itu tewas dalam mobil milik tetangganya (bukan di dalam mobil orangtuanya seperti diberitakan sebelumnya). Kata dia, dua korban sedang bermain di dalam mobil milik tetangganya tersebut yang sedang ditinggal silaturahmi ke kerabatnya. "Pemilik mobil Daihatsu Caade sedang halal bihalal," kata Kapolres. "Dari keterangan di lapangan, korban memang sering bermain di rumah pemilik mobil ini. Sudah biasa," kata dia. Ia menyebutkan, saat kejadian, orang tua korban ini ada yang bekerja dan ada yang sedang di dalam rumah. Seperti diberitakan, dua anak balita berusia 4 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Daihatsu Charade warna silver Nopol N 1274 CV, Selasa (26/5/2020) siang sekira pukul 12.15 wib. Dua bocah itu masing-masing berinisial AGM dan KFA. Mereka ditemukan tewas dengan kondisi tubuh yang terbakar di dalam mobil. Kapolsek Pandaan, AKP I Made Suardana membenarkan kejadian itu. "Kami masih di lokasi kejadian, ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Kapolsek saat dihubungi Surya.co.id. Kapolsek menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan sekira pukul 12.15 wib. Ia bersama anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian di Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. "Kami bersama warga langsung melakukan pemadaman dengan menggunakan air sumur. Setelah api padam, ternyata kami temukan dua anak di dalamnya yang sudah dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya. Ia meminta waktu untuk melakukan pemeriksaan mendalam. Untuk saat ini, kedua jenazah anak itu sudah dievakuasi dan akan dibawa ke rumah sakit untuk autopsi. "Kami akan kumpulkan dulu data dan keterangan di lokasi kejadian. Kami belum bisa simpulkan. Kondisi kedua orang tuanya juga masih sangat sedih. Ini akan kami kembangkan, nanti akan kami sampaikan perkembangannya," pungkas dia. Satreskrim Polres Pasuruan terus mendalami kasus tewasnya dua anak kecil dalam mobil Daihatsu Charade yang terbakar, Selasa (26/5/2020). Untuk itu, Polres Pasuruan akan melibatkan instansi lain untuk menyelidiki kasus ini. "Perlu ada bantuan dari pihak yang memiliki keahlian untuk menganalisa penyebab kebarakaran ini," kata Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan. Ia menjelaskan, untuk sementara, pihaknya menduga api muncul dari tangki belakang. Namun, untuk membuktikannya perlu keterangan ahli. "Kami akan melibatkan ahli," kata dia. Rofiq mengaku tidak akan gegabah. Ia tidak akan menduga - duga. Saat ini, jajarannya, sedang melakukan olah TKP. (*) Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul UPDATE Kasus 2 Bocah Pasuruan Tewas Terbakar di Mobil Ayahnya, Polisi Pastikan Api dari Dasbor Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Bocah 10 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Cacaban Tegal Viral Foto Praja IPDN Berjoget Bersama Biduan Saat Wabah Corona, Ini Faktanya Hasil 100 Sampel Swab Test Corona di Paragon Mall Semarang Negatif Viral Hansip Marahi dan Jambak Pemuda yang Berkunjung Saat Lebaran di Bergas Semarang