Pemkab Temanggung Bakal Berikan Bantuan pada 25 Ribu KK Terdampak Covid-19

magelangekspres 07-04-20 02:58 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Sebanyak 25 ribu an kepala keluarga (KK) miskin di Kabupaten Temanggung, bakal menerima bantuan dari pemerintah setempat. Bantuan ini diberikan sebagai dampak dari Virus Corona yang saat ini sedang terjadi di seluruh dunia. Kemungkinan ada sekitar 25 ribu keluarga miskin yang akan menerima bantuan, kata Bupati Temanggung M Al Khadziq, kemarin. Ia mengatakan, wabah Virus Corona ini dampaknya sangat terasa. Tidak hanya di kalangan tertentu saja, namun juga saat ini sudah menjadi pandemi dunia yang dirasakan semua kalangan. Menurutnya, dampak yang paling dirasakan yakni pada sektor perekonomian. Pada sektor ini seperti lumpuh tidak berjalan sama sekali. Saat ini masyarakat dihimbau untuk bekerja di rumah dan tidak keluar rumah tanpa kepentingan yang mendesak. Masyarakat sudah cukup disiplin, tidak banyak beraktivitas di luar rumah, katanya. Rencana bantuan kepada keluarga miskin, lanjut Bupati, memang masih dalam perencanaan dan pembahasan. Namun kemungkinan besar bantuan ini akan diberikan kepada masyarakat miskin yang terdampak langsung dari pandemi Covid-19. Rencana bantuan sedang dibahas, bantuan dirancang untuk 3 bulan, terangnya. Mereka yang akan mendapat bantuan masyarakat paling miskin lapis kedua, yakni kelompok masyarakat miskin yang masuk dalam data kemiskinan daerah. Mereka ini belum mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui berbagai program seperti PKH dan PKSK. Maka itu, kini sedang dilakukan pencermatan dan validasi dari data yang kini dimiliki. Baca juga Gara-gara Corona, Harga Empon-empon di Temanggung Mahal Wujud bantuan katanya, juga dalam pembahasan, apakah berupa bantuan non tunai, tunai, sembako atau wujud yang lain, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga menyiapkan bantuan yang dikhususkan pada pra kerja. Semua sedang disiapkan, bagaimana mekanismenya dan benetuk bantuan yan akan diberikan kepada keluarga miskin, terangnya. Bupati menegaskan, bantuan tidak didasarkan pada spesifikasi pekerjaan, sebab sejauh ini tidak punya datanya. Untuk memilahnya pun kesulitan. Jika didasarkan spesifikasi pekerjaan, mereka yang terdampak pun akan banyak dan dikhawatirkan ada banyak protes. Tidak untuk spesifikasi tertentu, yang jelas untuk warga miskin yang terdampak wabah virus ini, katanya. Dicontohkan, bila tukang ojek diberi, maka PKL pasti protes. Lalu jika PKL diberi maka pedagang keliling juga protes karena mereka juga terdampak, demikian halnya buruh harian dan buruh pabrik. Kmi tidak ingin ada kecemburuan sosial, maka dari itu sedang diperhitungkan dan direncanakan dengan baik, katanya. Diterangkan wabah Covid-19 berdampak negatif pada perekonomian, pabrik-pabrik tutup, pergerakan ekonomi lesu dan menurun, daya beli masyarakat semakin rendah dan kemiskinan bertambah. Kami berupaya agar masyarakat tetap punya daya tahan dalam menghadapi virus corona, katanya.(set)