Gara-gara Corona, Harga Empon-empon di Temanggung Mahal

magelangekspres 07-04-20 02:05 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Harga empon-empon merangkak naik semenjak merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19) sebulan terakhir ini. Suyati (39) salah satu pedagang empon-empon di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung menuturkan, sejak Virus Corona mulai santer terdengar di masyarakat. Permintaan akan empon-empon khususnya jahe dan kencur cukup tinggi. Naik banyak jika dibanding sebelum ada virus corona, kira-kira kenaikannya bisa lebih dari 50 persen, ujarnya, Senin (6/4). Ia mengungkapkan, saat ini harga jahe bertahan di angka Rp50 ribu per kilogram, kencur juga masih mahal di harga Rp55 ribu per kilogram, bahkan ada yang menjual lebih mahal lagi hingga Rp 60 ribu an per kilogram. Namun, untuk bahan jenis lainnya sudah turun harga seperti kunir Rp10 ribu per kilogram dan temu lawak Rp7 ribu per kilogram. Jahe sama kencur memang masih mahal, karena memang banyak diburu masyarakat, ungkapnya. Suryati mengaku, terpaksa menjual jahe dan kencur dengan harga yang tinggi, sebab dari petani kedua jenis empon-empon tersebut harganya juga sudah mahal. Mau tidak mau ya terpaksa saya jual dengan harga mahal juga, akunya. Menurut dia, harga normal untuk jahe biasanya di kisaran Rp20 ribu per kilogram. Tapi semenjak ada Virus Corona komoditas yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar jamu tradisional atau bumbu masakan ini menjadi melambung. Banyaknya permintaan diperkirakan membuat persediaan barang menipis sehingga secara otomatis mempengaruhi harga. Baca Juga Disidak Anggota DPRD, Dua Posko Screening Sudah Kosong Melompong Jadi karena harganya masih mahal biasanya konsumen membeli sesuai kebutuhan saja misal seperempat kilogram, tidak ada yang membeli sekaligus 1 kilogram. Seperempat kilogram itu Rp15 ribu, tapi kalau yang lainnya seperti serai masih normal, katanya. Narko (41) warga Kecamatan Tembarak mengatakan, memang sengaja membeli jahe untuk dijadikan bahan dasar membuat minuman tradisional. Jahe mempunyai rasa yang cukup pedas untuk menghangatkan badan. Saya memang sudah rutin membeli jahe, paling tidak dalam satu bulan membeli satu kilogram jahe, katanya. Menurutnya, sejak sebulan lalu harga jahe sudah mulai naik, biasanya satu kilogram jahe hanya Rp20 ribu saja, namun saat ini harga jahe mencapai Rp60 ribu per kilogram. Saya kurang tahu pasti apa penyebab kenaikan harga jahe ini, ujarnya. Namun kabarnya, lanjut Narko, bahwa jahe ini menjadi salah satu empon-empon yang bisa digunakan untuk mencegah berbagai macam penyakit, sehingga masyarakat banyak yang berburu jahe untuk membuat minuman hangat. (set)