Banjir Lereng Sindoro Perlu Perhatian Serius

magelangekspres 06-04-20 03:01 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO Komisi C DPRD Wonosobo bidang infrastruktur menggelar monitoring ke Dusun Kabelukan Desa Candiyasan Kertek. Hal tersebut menyusul banjir besar yang menghantam jalan utama Sindoro Sumbing. Ketua Komisi C DPRD Wonosobo Wahyu Lembusuro Nugroho menilai banjir di lereng Sindoro sudah mengkhawatirkan, bahkan membahayakan pengguna jalan dan pemukiman. Terkait hal tersebut, pemkab diminta lebih tegas dan serius mengurus lingkungan. Kami menilai ini sudah membahayakan, pengguna jalan dan juga masyarakat setempat, ungkapnya. Menurutnya, jajaran pimpinan dan anggota komisi C DPRD Wonosobo menggelar sidak di lokasi banjir Dusun Kabelukan Desa Candiyasan Kecamatan Kertek, terpantau kondisi saluran air pasca banjir sudah dalam kondisi terbuka, bekas dikeruk menggunakan alat berat. Baca Juga Rumahnya Dihantam Banjir, 12 KK di Temanggung Mengungsi Diduga kuat banjir di lereng Sindoro tidak lepas dari kondisi lingkungan yang rusak. Sebab tidak biasa kawasan gunung terjadi banjir seperti itu. Air akan mudah masuk meresap ke dalam tanah. Saya kira kondisi alam sudah tidak bersahabat, rusak. Harus ada tindakan yang jelas dan cepat dari pemerintah untuk segera mengatasi, sebelum becana lebih besar datang, katanya. Pihaknya mengaku telah meminta kepada eksekutif untuk secepatnya bertindak terhadap kegiatan galin C liar. Upaya dari sisi kebijakan, dengan melakukan kajian ulang terhadap perda RT RW dan juga penegakan yang lebih jelas dan tegas. Kita sudah lama, dari sisi kebijakan, seperti perda RT RW secepatnya dilakukan review, kalau lambat ya rusak semua, ucapnya. Sementara itu, Anggota Komisi C, Rizki Januar Pribadi mengemukakan, dari hasil monitoring, masih melihat kendaraan truk pengangkut pasir dan batu dari gailan c liar lalu lalang melalui jalur itu. Dari dulu Komisi C sudah mendorong adanya penataan, karena selama ini masih liar. Ini sudah terlalu lama, mestinya ada penyikapan yang jelas. Bahkan kemarin sudah ada korban meninggal dunia akibat banjir lereng Sindoro, itu mestinya menjadi peluit kencang bagi pemerinah, katanya. Pihaknya melihat tidak ada koordinasi yang baik dari semua sektor, bahkan pemilik galian c melakukan pembongkaran jalan dan drainase secara sepihak dan dibiarkan. Mereka membuat saluran di pinggir jalan dengan menggunakan alat berat. (gus)