27 Napi di Rutan Temanggung akan Jalani Asimilasi

magelangekspres 04-04-20 02:18 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG 27 dari 48 narapidana yang diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM RI, disetujui untuk menjalani asimilasi dengan dititipkan pada pihak keluarga. Baru 27 yang disetujui, sisanya masih menunggu keputusan selanjutnya, singkat Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Temanggung Tri Wahyu Santosa, Jumat (3/4). Dikatakan, sisa dari yangdisetujui tersebut termasuk diantaranya mereka yang menjalani hukuman subsider dan telah membayar sebagian denda, jumlahnya sekitar 8 narapidana. Menurutnya, kebijakan asimilasi pada pihak keluarga, karena penghuni rutan termasuk kelompok rentan terpapar Covid-19. Apalagi kapasitas rutan yang terkadang overload dari standar. Rutan Temanggung misalnya dari daya tampung ideal sekitar 94 narapidana dihuni oleh lebih dari jumlah tersebut. Untuk mengurangi resiko tertular Covid-19 di Rutan Kelas II Temanggung. 21 narapidana diserahkan pada pihak keluarganya Jumat (3/4) sedang 6 lainnya Kamis (2/4). Jadi total swmua 27 narapidana, terangnya. Ia menyebutkan, narapidana yang menjalani asimilasi tersebut semuanya dalam keadaan sehat dan tidak terpapar Covid-19. Mereka juga selama ini berkelakuan baik. Maka itu jika nanti terpapar Covid-19 dan berbuat pelanggaran hukum merupakan tanggung jawab keluarga. Kami titipkan narapidana ini pada keluarga, jaga mereka agar tetap berkelakuan baik dan tidak terpapar Covid-19, kata. Wahyu berpesan pada keluarga agar para narapidana tersebut tidak dipekerjakan. Mereka untuk tetap di dalam rumah untuk sementara waktu. Mereka diperbolehkan keluar rumah hanya untuk melapor pada badan pemasyarakat satu pekan sekali. Pelaporan itu sifatnya wajib. Seorang narapidana, Agus Suyanto mengaku, tidak pernah menyangka akan mendapatkan keringanan hukuman seperti saat ini. Seharusnya sesuai dengan putusan hakim dirinya menjalani hukuman penjara selama satu tahun. Jika sesuai dengan putusan itu baru dua bulan lagi saya bebas, kurang lebih habis Idul Fitri tahun ini bebas. Tapi alhamdulillah sekarang sudah bisa menghirup udara kebebasan. Saya akan menjadi lebih baik tidak seperti dulu lagi, katanya. (set)