Ada Fenomena MJO, Jateng Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Hujan Angin Kencang Disertai Petir per Hari Ini

tribunnews 02-04-20 21:09 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Per Kamis (2/4/2020) ini, sejumlah daerah di Jateng diprediksi bakal dilanda cuaca ekstrem. Cuaca ekstrim itu akan berlangsung selama tiga hari atau sampai Sabtu (4/4/2020) di 20 kabupaten/kota di Jateng. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Achadi Subarkah Raharjo menuturkan, cuaca ekstrim itu berupa hujan sedang dan lebat yang kadang disertai petir. 4 PDP Virus Corona di Kabupaten Magelang Meninggal Dunia Mudik ke Kebumen dari Pondok Pesantren Jember, 82 Santri Diperiksa Petugas Ini Cara Mendapatkan Pulsa Token Listrik Gratis dan Diskon 50 Persen dari PLN Dikabarkan Hilang Setelah Ungkap Virus Corona Pertama di Wuhan, Dokter Ai Fen Muncul, Ini Curhatnya Menurutnya, hal itu muncul karena satu di antaranya dipengaruhi kemunculan fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) yang semakin menguat pada 31 Maret kemarin. Saat ini, kata Raharjo, fenomena MJO berada di titik kuadran 4 atau Maritime Continent. Sehingga, hal itu mengindikasikan ada kontribusi MJO terhadap aktivitas konvektif di Indonesia, terutama di wilayah bagian Tengah. "Cuaca ekstrim berupa hujan angin kencang disertai petir akibat munculnya MJO akan terjadi di Laut Jawa. Dalam hal ini, Jawa Tengah memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang dan kuat," jelas Raharjo saat dihubungi Tribun Jateng, Kamis (2/4/2020). Dia mengatakan, hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang kadang disertai petir itu akan terjadi sampai Sabtu. Adapun daerah-daerah yang berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat mulai 2-4 April 2020 yaitu Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kabupaten Brebes, Blora, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. "Maka, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis berupa angin kencang, petir, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Karena dalam waktu tiga hari ke depan, curah hujan akan meningkat. Bahkan kita memperkirakan kondisinya akan sangat ekstrim," pungkasnya. BMKG Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dan prakiraan cuaca di Jawa Tengah pada Kamis (2/4/2020) hari ini. Peringatan dini dari BMKG: Potensi terjadi hujan lebat disertai petir dan diikuti angin kencang di wilayah Eks Karesidenan Banyumas, sebagian pegunungan tengah dan Solo Raya pada sore-awal malam hari. Waspada gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah, tulisan dalam laman resminya. Dari keterangan Forecaster BMKG Kelas II Ahmad Yani Semarang Triyotomo, cuaca pada umumnya berpotensi hujan ringan-sedang berkisar antara pagi hingga awal malam dan bervariasi kejadiannya. Ia memprakirakan adanya potensi hujan sedang-lebat di daerah Pegunungan tengah-selatan. Dari laman prakiraan cuaca, hujan lebat disertai petir bisa saja terjadi di Blora, Boyolali, Klaten, Magelang, Mungkid, Purwodadi, Salatiga dan Sragen pada malam hari. Suhu udara di seluruh wilayah mulai dari 21 hingga 33 derajat Celcius. Kelembapan udara di seluruh wilayah berkisar antara 65 hingga 95 persen. Bagi Anda yang akan beraktivitas di wilayah Jateng, harap gunakan peralatan yang sesuai dengan cuaca yang diprakirakan di atas. Seluruh informasi prakiraan cuaca ini berdasarkan data dari sumber resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).(Tribunjateng/gum/rez). Ardi Bakrie Akui Nia Ramadhani Sering Mengalah Saat Bertengkar Dengannya Jokowi Gratiskan Listrik 3 Bulan, Pelanggan Pakai Token Tetap Dapat Keringanan, Ini Kata Dirut PLN 2 Pocong Jaga Desa Saat Isolasi Corona Terlanjur Viral di Media Korsel, Ternyata Bukan di Purworejo Viral Pria di Solo Bagi-bagi Sembako Kendarai Sedan Mewah, Tukang Becak: Alhamdulillah Pas Sepi