Pemkab Temanggung Refocusing APBD untuk Tangani Corona

magelangekspres 02-04-20 06:53 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Kendati Pemerintah Kabupaten Temanggung telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19, namun anggaran yang ada dirasa masih kurang. Sehingga pemerintah setempat akan segera melakukan refocusing APBD. Bupati Temanggung M Al Khadziq menyatakan, sebelumnya memang sudah menyiapkan sejumlah anggaran, namun karena kasus Covid-19 masih dalam penanganan maka, anggaran yang dibutuhkan akan semakin bertambah. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan refocusing APBD sebanyak Rp50 miliar. Refocusing anggaran ditempuh dengan cara perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) baru, kegiatan-kegiatan baru tetapi tanpa mengubah APBD. Ini bisa dilakukan, namun harus tetap ada persetujuan dari DPRD Temanggung kata Bupati Temanggung, M Al Khadziq. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan DPRD tentang perubahan DPA dan penyusunan kegiatan-kegiatan baru tersebut karena angkanya relatif besar. baca Juga Belasan PDP di Purworejo Dinyatakan Sembuh Anggaran mungkin kita perlukan untuk social safety kepada kelompok yang paling terdampak, kemudian untuk program-program penanganan dan pencegahan COVID-19, karena memang di APBD 2020 saya yakin semua pemerintahan juga belum ada yang menganggarkan, tetapi karena kita harus menghadapinya sehingga harus ada dana untuk mencukupi kebutuhan penanganan, paparnya. Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung Ripto Susilo mengatakan, rencananya refocusing akan dilakukan dengan menggeser anggaran. Sejumlah kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat dicabut dulu, antara lain perjalanan dinas, pertemuan atau rapat, dan kegiatan yang menghadirkan orang banyak. Ada kegiatan-kegiatan yang sekiranya tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat akan kita tunda terlebih dahulu, kita utamakan untuk penanganan kasus ini, katanya. Ia menyampaikan anggaran tanggap bencana COVID-19 diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp50 miliar. Pada tahap awal lalu telah dialokasikan Rp3,1 miliar yang digunakan untuk sosialisasi, penyemprotan dan pembelian alat pelindung diri (APD). Menurut dia meskipun ada dana social safety pada mereka yang terdampak COVID-19, tetapi dana itu tidak akan cukup meskipun dianggarkan berapa pun. Perlu ada keterlibatan masyarakat, dan swasta. Agar penanganan Covid-19 di Temanggung bisa tertangani maksimal, tandasnya.(set)