Virus Corona Jateng: Sembilan PDP di Magelang Sembuh dan Dua Pasien dalam Pemantauan

tribunnews 02-04-20 11:02 nasional

Virus Corona Jateng: Sembilan PDP di Magelang Sembuh dan Dua Pasien dalam Pemantauan TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG -- Sebanyak sembilan orang dari 14 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Magelang, Jawa Tengah, dinyatakan sembuh dan sudah pulang. Ke-14 pasien tersebut berasal dari tiga rumah sakit, yakni RSUD Tidar 6 orang, RST dr Soedjono 2 orang, dan RSJ dr Soeroyo 1 orang. Kepala Dinas Kota Magelang, Sri Harso menyebutkan, berdasarkan laporan hingga Rabu (1/4) pukul 12.00, di Kota Magelang terdapat 168 orang dalam pemantauan (ODP). Dari 14 PDP, 9 pasien sudah pulang, 2 masih dirawat, dan 3 orang meninggal, yang salah satunya positif Covid-19. "Selama 24 jam ini keadaan statis, mudah-mudahan keadaan ini bisa lebih baik di hari kemudian," kata Sri dalam video conference dengan sejumlah wartawan di Kota Magelang, Kamis. Mulai April 2020 Ini Pelanggan Prabayar PLN juga Dapat Gratisan, Ini Caranya Hari Pertama Jam Malam Diberlakukan di Kota Pekalongan, Berikut Sejumlah Temuan Petugas April Ini Indonesia Diprediksi Masuki Fase Kritis Corona, Waspada, Simak Hasil Penelitian Lengkapnya Terima 1.500 Box Susu Kambing, Bupati Umi Bagikan Kepada Tenaga Kesehatan Menyinggung penyediaan alat pelindung diri (APD), dia mengatakan, Dinkes Kota Magelang terus berusaha sekuat mungkin untuk mencukupi, baik dari donatur, membeli sendiri, dan bantuan dari provinsi. "Hari ini (Rabu kemarin--Red) datang lagi sekitar 40 APD di Dinkes dan langsung didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas. Kemarin datang 400 APD juga langsung diberikan ke puskesmas dan rumah sakit," katanya. Ia menuturkan, Kamis ini juga ada bantuan dari donatur di Jakarta sekitar 300 APD. Selain itu ada juga donatur dari Yogyakarta juga menyanggupi menyediakan 400 APD, yang akan dikirim secara bertahap. "Tadi malam saya juga dapat WA dari teman DPR juga menawarkan 100 APD kemungkinan minggu depan juga akan datang. Alhamdulillah dari hari ke hari APD cukup, walaupun tidak standar. Standarnya sekitar 90 persen, dari pada tidak (ada APD sama sekali--Red), karena yang standar itu produk impor yang barangnya terbatas," katanya. Sehari sebelumnya, Selasa (31/3), tiga PDP di Kota Magelang meninggal dunia. Dari tiga PDP tersebut, salah satunya memiliki riwayat mengikuti Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan. "Pasien yang pertama, itu laki-laki PDP di RSU Tidar. Dia terinformasi kontak dengan warga negara asing, tapi tidak menyebutkan warga negara mana," kata Sri Harso. Pasien kedua, lanjutnya, wanita 60 tahun memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit corona. Untuk pasien ketiga laki-laki usia 60 tahun. Pasien ketiga ini sebelumnya mengikuti Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Gowa. Sepulang dari Gowa, pasien periksa ke puskesmas dengan keluhan meriang. Dua hari berikutnya, pasien mengalami batuk dan pilek. "Tiga hari berikutnya sesak napas, tidak bisa bergerak dijemput dari teman-teman PSC atau PMI ke RS dan meninggal dinyatakan PDP," kata Sri, tanpa memerinci tanggal meninggalnya pasien itu. Sri Harso menambahkan, pasien tersebut berangkat ke Gowa tidak sendirian. "Kami akan minta tolong kepada Pak Lurah dan RT RW, segera minggu ini harus didata orang ikut pengajian di Gowa," katanya. Sementara itu, Pemkab Temanggung akan melakukan refocusing APBD 2020 sekitar Rp 50 miliar untuk penanganan wabah virus corona (Covid-19). "Refocusing anggaran kami tempuh dengan cara perubahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dan penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) baru, kegiatan-kegiatan baru tetapi tanpa mengubah APBD," kata Bupati Temanggung, M Al Khadziq, seusai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2021 Kabupaten Temanggung di Pendapa Pengayoman, Selasa (31/3). Khadziq menuturkan, pihaknya akan berkonsultasi dengan DPRD tentang perubahan DPA dan penyusunan kegiatan-kegiatan baru tersebut karena angkanya relatif besar untuk mencukupi kebutuhan penanganan masalah Covid-19. "Anggaran mungkin kami perlukan untuk social safety kepada kelompok yang paling terdampak, kemudian untuk program-program penanganan dan pencegahan Covid-19, karena memang di APBD 2020 saya yakin semua pemerintahan juga belum ada yang menganggarkan tetapi karena kita harus menghadapinya sehingga harus ada dana untuk mencukupi kebutuhan penanganan Covid-19," katanya. Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo mengatakan, refocusing dengan menggeser anggaran. Kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat dicabut dulu, antara lain perjalanan dinas, pertemuan atau rapat, dan kegiatan yang menghadirkan orang banyak. Ia menyampaikan, dana tanggap bencana Covid-19 diperkirakan menghabiskan Rp 50 miliar. Pada tahap awal lalu telah dialokasikan Rp 3,1 miliar untuk sosialisasi, penyemprotan, dan pembelian alat pelindung diri (APD). "Meskipun ada dana social safety pada mereka yang terdampak Covid-19, tetapi dana itu tidak akan cukup meskipun dianggarkan berapa pun, perlu melibatkan masyarakat dan sektor swasta," katanya. (Ant) Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Pamit Pergi ke Kebun, Kadiarjo Katam Ditemukan Meninggal Dunia Terima 1.500 Box Susu Kambing, Bupati Umi Bagikan Kepada Tenaga Kesehatan 6 Ciri Corona Tanpa Gejala Demam Tinggi dan Batuk: Terasa Lelah hingga Sakit Perut Hari Ini Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.505 per Dolar AS