Viral Pengantin Ijab Kabul Pakai Jas Hujan, Ini Kata Kemenag Temanggung

detik 31-03-20 20:03 umum

Temanggung - Pernikahan sepasang pengantin di Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mendadak viral. Kedua mempelai tampak memakai masker serta jas hujan plastik sebagai alat pelindung diri (APD) saat akad nikah atau ijab kabul di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Temanggung, Saefudin pun angkat bicara soal pernikahan ini. Dia menjelaskan sesuai dengan instruksi Menteri Agama, pelaksanaan tugas untuk pernikahan tetap dijalankan di tengah pandemi Corona saat ini. Namun, dalam bertugas, penghulu diminta memakai masker dan sarung tangan. "Instruksi menteri kan tetap dengan kaitan pelaksanaan tugas untuk pernikahan tetap jalan. Hanya saja dibatasi penting tidak mendatangkan kerumunan, cukup dengan yang bersangkutan saja, termasuk calon pengantin laki-laki, calon pengantin perempuan, wali, kedua saksi, udah cukup. Jaraknya kan satu meter," katanya, Selasa (31/3/2020). Terkait pernikahan di Desa Katekan yang pengantinnya memakai jas hujan plastik, Saefudin tak mempermasalahkannya. Menurutnya, aturannya cukup memakai masker sama sarung tangan. Namun karena pengantin disarankan memakai APD oleh Puskesmas, maka akhirnya digabungkan. Baca juga: Viral Pengantin Ijab Kabul Pakai Jas Hujan di Temanggung "SOP-nya kan cukup pakai masker sama sarung tangan, tapi karena masyarakat yang bersangkutan itu disarankan dari Puskesmas pakai itu mau, ya akhirnya kita menggabungkan dari protap Kemenag demi kebaikan," ujarnya. "Semuanya dari Puskesmas ya kita ikuti aja yang penting bisa jalan dan diharapkan tidak ada masalah apa-apa tentang kesehatan," sambungnya. Foto: Pengantin pakai jas hujan di Temanggung. (Istimewa) Terpisah, Kades Katekan, Ginari menjelaskan sedianya pernikahan tersebut akan dilangsungkan dengan resepsi layaknya pernikahan pada umumnya. Namun karena situasi saat ini pandemi virus Corona, maka hanya dilangsungkan akad nikah. "Itu memang beneran. Itu tidak dibuat-buat. Awalnya, dua mempelai sudah sepakat mengadakan pernikahan, Kamis (26/3). Itu yang perempuan nama Nafisah warga Lamuk, Katekan. Mempelai laki-laki dari Sapuran Wonosobo, Tatang Purwanto," kata Ginari saat dihubungi, Selasa (31/3).