Semua Pintu Masuk di Kabupaten Kendal Dijaga Petugas, Pengendara Diperiksa Suhu Tubuh hingga Riwayat

tribunnews 26-03-20 19:07 nasional

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Milla (22) Kabupaten Kendal mengikuti tes screening oleh tim Dinas Kesehatan Kendal (DKK) bekerjasama dengan Puskesmas di Perbatasan Desa Godang Kecamatan Limbangan dengan Kabupaten Semarang. Milla yang saat itu mengendarai mobilnya dari arah Wonosobo menuju desanya dicegat Satuan Tim Gugus Cepat Penanggulangan Covid-19 untuk dilakukan deteksi suhu lebih dini. Katanya, ia juga dimintai keterangan soal kondisi tubuhnya termasuk batuk, demam dan riwayat perjalanan selama 2 pekan terakhir. Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Justru Protes Jika Dibayar, Ini Alasannya Cerita Driver Ojol di ILC Soal Mbak Semalam yang Pesen Makan, Audiens Langsung Bertepuk Tangan Hanya Banjarnegara di Wilayah Banyumas Raya yang Belum Ditemukan Pasien Positif Virus Corona 1 Pasien di Cilacap Positif Virus Corona, Pemkab : Percuma kalau Warga Tak Patuhi Imbauan Pemerintah Kondisi suhu tubuh Milla setelah dicek menggunakan thermo gun mencapai 37,2 derajat celcius. Ia pun diminta untuk mengkarantina diri di rumah serta menjaga kesehatan dan makan makanan yang bergizi. "(Saya) Diperiksa suhu badan dan ditanya keluhan ada batuk atau demam gak. Disarankan jangan banyak keluar rumah kalau gak terlalu penting. Sementara tidak ada keluhan hanya suhu tubuhnya tinggi," terang Milla, Kamis (26/3/2020). Noviana (20) warga Kendal lainnya juga mengikuti tes screening di Jalan Semarang Boja, Desa Campurejo perbatasan dengan Kota Semarang. Saat itu ia mengendarai sepeda motor bersama temannya hendak pergi ke arah Boja. Saat dicek suhu tubuhnya, Novia diminta untuk merapat ke bagian pendataan guna mendapatkan arahan dari tenaga medis Dinas Kesehatan. "Ya ada keluhan batuk dan demam sedikit. Terus diminta di rumah saja jangan pergi-pergi sambil jaga kesehatan. Ada juga disarankan periksa cek kesehatan ke puskesmas," terang Novia. Novia mengaku tak merasa terganggu adanya screening dari Pemerintah Kabupaten Kendal. Hal itu katanya dapat membantu warga agar bisa mengetahui kondisi tubuhnya melalui deteksi suhu. Ia juga berharap hal semacam ini bisa terus diupayakan pemkab agar bisa menekan penyebaran virus corona. "Saya sih dukung dan mudah-mudahan bisa mencegah penyebaran virus," harapnya. Wakil Ketua Satgas Gugus Cepat Penanggulangan Covid-19, Winarno, mengatakan dalam proses screening sendiri dilakukan pada 4 titik perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten/Kota sekitar. Meliputi Desa Campurejo Boja, Desa Gondang Limbangan, Pagersari Kecamatan Patean, dan Tirto Mulyo Kecamatan Plantungan. Menggandeng petugas Dinas Kesehatan, puskesmas dan bidan desa setempat, pihaknya melakukan pengecekan suhu dan pendataan pengendara sepeda motor maupun mobil yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Kendal. Nantinya, bagi warga yang mengalami suhu tubuh di atas 37,2 derajat celcius atau mengalami keluhan batuk maupun demam dilakukan pendataan. Kata Winarno, warga yang masuk pendataan akan dilakukan pemibinaan tentang kesehatan dan perlunya mengkarantina diri. Bagi warga asli Kendal nantinya akan dilakukan pengecekan oleh petugas setempat di mana ia tinggal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Adapun untuk warga luar Kendal, akan dilakukan koordinasi dengan wilayah lain untuk dilakukan pengecekan dan pemantauan kesehatan warga tersebut. "Kita lakukan 2-3 jam, mudah-mudahan bisa membantu pencegahan dan membantu deteksi lebih awal. Nanti kalau sudah ada evaluasi bisa saja berjalan rutin dengan penambahan alat dan tenaga medis," terangnya. Widodo, Camat Limbangan mengatakan, ia sangat mendukung program dari pemkab untuk memutus matarantai penyebaran virus. Setidaknya di wilayahnya ada sekitar 500 lebih kendaraan yang masuk ke Kabupaten Kendal bisa dilakukan pengecekan suhu tubuh. Ia berharap dengan adanya pengecekan ini warga Kendal maupun pengendara yang dilakukan screening bisa lebih aman dengan mengetahui kondisi tubuhnya saat ini. "Kebetulan ini jalur wisata banyak orang yang masuk dari Bandungan, Ambarawa, Yogyakarta, Purworejo, maupun Temanggung. Ini membantu kita dan bidan desa menekan angka penyebaran melalui deteksi dini," katanya. Bidan Desa Gondang, Dwi Puji Astuti, berharap warga tetap melakukan anjuran pemerintah untuk mengkarantina diri di rumah masing-masing. Ia juga mengimbau kepada setiap warga agra tidak merasa takut atau malu memeriksakan diri ke puskesmas terdekat manakala mengalami demam, batuk maupun riwayat sakit lainnya. "Untuk deteksi suhu ada beberapa yang sudah di atas 37,2 derajat. Namun belum sampai 38. Prosedurnya tetap sama kita anjurkan periksakan diri lebih lanjut di puskesmas biar nanti tim medis yang menyarankan apakah dirujuk ke Rumah Sakit atau diminta mengkarantina diri saja," terangnya. (Sam) Pakai Mobil Water Canon, Beberapa Jalan Utama di Purwokerto Disemprot Desinfektan Udinus Perpanjang Kuliah Online sampai 30 April 2020, Mahasiswa dapat Potongan Rp 200 Ribu Cara Pengusaha Resto dan Kedai Kopi di Semarang Agar Bisnis Bertahan di Tengah Wabah Virus Corona Sambil Ciumi Bendera Merah Putih, Bupati Banjarnegara Ajak Tenaga Medis Jihad Lawan Virus Corona