Pandemi Corona, Stok Darah PMI Kota Magelang Kritis

magelangekspres 24-03-20 02:01 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG Pandemi corona (Covid-19) tak hanya berdampak pada kelangkaan masker dan bahan baku hand sanitizer saja. Palang Merah Indonesia (PMI) juga mendapat dampak negatifnya. Sudah beberapa pekan ini, stok darah PMI Kota Magelang menipis. Banyak dari para pendonor yang khawatir tertular virus corona bila mendonorkan darah di UTD PMI Kota Magelang. Sebelum pandemi virus corona, ada 20-30 orang yang masuk ke berdonor ke PMI Kota Magelang setiap hari. Tapi belakangan tidak sampai 5 pendonor yang datang, kata Ketua PMI Kota Magelang, Sumartono kepada wartawan, Senin (23/3). Ia menilai jika pendonor berkurang sejak merebak virus corona. Pihaknya pun membuat sejumlah kebijakan jemput bola untuk menstabilkan stok kantung darah. Inspektur Inspektorat Kota Magelang itu menambahkan, kendati ada penurunan stok, namun permintaan akan darah tetap banyak setiap hari. Permintaan mayoritas dari pasien-pasien di rumah sakit di Kota Magelang, bahkan dari Kabupaten Magelang, dan Temanggung. Persediaan darah sangat kritis saat ini, tapi permintaan tetap banyak, ungkapnya. Untuk itu pihaknya tetap berusaha menggelar aksi donor darah. Caranya dengan melakukan jemput bola. Salah satunya yang digelar di gedung Inspektorat kompleks Kantor Walikota Magelang, kemarin. Selain itu, pihaknya juga rutin mengirim pesan singkat tentang ajakan atau jadwal berdonor bagi pendonor aktif PMI Kota Magelang. Sumartono memastikan saat menggelar kegiatan donor darah maupun donor di kantor PMI Kota Magelang tetap dengan protokoler yang ketat. Seperti penggunakan alat kesehatan yang steril, alat pengaman diri (APD) bagi petugas, dan lainnya. Tidak hanya itu, calon pendonor juga akan diperiksa kesehatan. Mulai dari kondisi kebugaran, hingga suhu tubuh menggunakan alat khusus. Ini jadi upaya agar pendonor tetap selamat. Kita pastikan jumlah pendonor tidak lebih dari 10 orang dalam satu waktu. Langkah ini juga untuk mendisiplinkan gerakan sosial distancing (menghindari kerumunan), katanya. Selain itu, PMI juga selektif memberikan kantung darah kepada setiap pasien. Setiap kali ada permintaan darah, maka jumlah terbanyaknya adalah satu kantung. Selebihnya sebaiknya menjadi tanggung jawab pasien. Misalnya, kalau butuh tiga kantung, dia harus bawa dua orang pendonor, satu kantungnya dari kami, imbuhnya. Menurut Sumartono, kebutuhan darah rata-rata meliputi semua golongan. Hanya yang terbanyak adalah golongan A. Stok darah A di PMI yang paling sedikit. Karena itu, ke depan kita akan upayakan proaktif, dengan protokol pencegahan corona, dengan berdonor darah tidak bergerombol, katanya. (wid)