Ruang isolasi di Banjarnegara ditambah untuk antisipasi COVID-19

antarajateng 23-03-20 23:50 lain-lain

Banjarnegara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mewacanakan menambah ruangan isolasi untuk antisipasi penanganan pasien dengan gejala penyakit Corona Virus Disease (COVID-19). "Banjarnegara berencana menambah ruang isolasi," kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Banjarnegara, Senin. Ia menjelaskan saat ini Banjarnegara telah memiliki 10 ruang isolasi yang dapat dipergunakan untuk pasien dengan gejala COVID-19 yang berasal dari Banjarnegara dan daerah sekitar. Pihaknya menargetkan menambah ruang isolasi dari 10 menjadi 35 ruangan. Selain itu, katanya, terus mengajak seluruh tenaga kesehatan di wilayah setempat tetap semangat menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19. "Kami mengajak tenaga kesehatan untuk memantapkan niat, tekad, serta keberanian dalam berjihad mengatasi wabah COVID-19 ini," katanya. Baca juga: Seluruh rumah sakit di Kudus diminta siapkan ruang isolasi COVID-19 Baca juga: Bupati sebut RSUD Temanggung siap tambah ruang isolasi Baca juga: RSUD Batang tangani empat PDP di ruang isolasi Ia mengaku telah turun ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah setempat untuk menyemangati para tenaga kesehatan dalam tugas menangani pasien virus corona. Dirinya juga telah membagikan masker dan minuman sehat kepada para tenaga kesehatan. Phaknya telah membentuk pusat informasi terkait dengan perkembangan kasus COVID-19 melalui satu pintu, yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara. Dia juga mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. "Kurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak perlu dilakukan, terutama bagi para lansia dan balita," katanya. Ia mengharapkan seluruh jajaran Pemkab Banjarnegara, termasuk camat, kepala desa, hingga tingkat RT, senantiasa menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait dengan COVID-19. "Kami telah meminta Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara untuk memastikan seluruh jajarannya, camat, kepala desa hingga tingkat RT untuk menyosialisasikan dan mengedukasi terkait COVID-19 dan pencegahannya dengan didampingi tenaga kesehatan," katanya.