Pasien Positif Corona di Jateng Bertambah, Ganjar: Saatnya Tokoh hingga Hansip Bergerak

tribunnews 22-03-20 08:54 nasional

Pasien Positif Corona di Jateng Bertambah, Ganjar Minta Hansip hingga Tokoh Saatnya Bergerak TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah pasien positif virus corona di Jawa Tengah bertambah dua kasus, Sabtu (21/3/2020). Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, dua pasien positif Covid-19 tersebut telah dirawat beberapa hari di RSUD Margono Banyumas dan RSUD Kraton Pekalongan. Dari hasil tracing yang dilakukan, kedua pasien itu tidak ada riwayat perjalanan dari luar negeri. "Hanya saja yang Pekalongan ada keluarganya yang punya riwayat perjalanan luar negeri. Kedua pasien itu berjenis kelamin lelaki dewasa," kata Yulianto dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2020). Viral Aksi Bajing Loncat Terjebak Dalam Mobil Boks, Pintu Dibuka saat Sampai di Depan Polsek Kisah 37 Tamu Resepsi Pernikahan Terinfeksi Corona, Pasangan Pengantin Diberitahu saat Bulan Madu Anies Baswedan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di DKI Jakarta Selama 14 Hari Pemuda Ini Rekam Karyawati Apotek Sedang Mandi, saat Kepergok Pura-pura Teriak Maklumat Kapolri soal Larangan Warga Berkumpul: Mulai Seminar, Konser, hingga Resepsi Dengan tambahan dua pasien itu, kini total kasus Covid-19 di Jawa Tengah menjadi 14 kasus, di mana 3 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 138 orang dan pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.391 orang. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau agar bupati dan wali kota untuk terus bergerak melakukan tracing pasien dan kampanye hidup sehat. Ganjar mengatakan, sampai saat sudah ada 58 rumah sakit yang telah ditetapkan sebagi rujukan pasien Covid-19. "Kita memantau secara intens dan juga dilapori bupati dan wali kota setempat. Mereka cukup serius, sehingga kita bisa mengupdate terus dan memudahkan kita untuk menyiapkan langkah-langkah berikutnya," kata Ganjar. Dalam beberapa hari terakhir, menurut Ganjar terjadi lonjakan yang cukup signifikan pada status ODP. Peningkatan terjadi karena dua hal. Pertama, tingginya intensitas tracing yang dilakukan jajarannya, serta banyaknya masyarakat yang proaktif memeriksakan diri. Asyik Wefie di Tikungan, Tiga Perempuan Ditabrak Minibus yang Dikendarai Sopir Asal Kendal Hasil Pilkades Serentak di Kendal, 19 Perempuan Berhasil Terpilih untuk Duduki Jabatan Kades UPDATE Kasus Virus Corona di Indonesia: Total 450 Kasus, 38 Orang Meninggal, 20 Sembuh "Jadi tidak usah takut untuk periksa, kita menyiapkan skenario. Jika positif langsung kita rujuk ke RS. 58 (rumah sakit) kita siapkan, ditambah rumah swasta yang siap membantu. Kita juga bisa meminjam provinsi lain jika kekurangan tenaga medis," ujar Ganjar. Terdapat dua wilayah di Jawa Tengah yang warganya yang paling banyak berstatus ODP, yaitu Kota Semarang 606 ODP dan Kabupaten Temanggung 414 ODP. Ganjar berharap masyarakat benar-benar menerapkan pola hidup sehat, dari olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup. "Makanya kepada bupati dan wali kota saya mengatakan, ini saatnya kita bergerak masif dengan menggerakkan tokoh agama, tokoh masyarakat sampai hansip dan lainnya untuk memberi pembelajaran kepada masyarakat," ujar Ganjar mengakhiri.(*) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE: Pasien Positif Covid-19 di Jateng Bertambah Jadi 14 Orang, Berasal dari Pekalongan dan Banyumas" Positif Terinfeksi Virus Corona, Ahli Bedah Senior Asal Bogor Dokter Djoko Judodjoko Meninggal Presiden Jokowi Beri Maaf Jadi Alasan Polda Tangguhkan Mahasiswa yang Diduga Menghina di Medsos Mahasiswa Asal Solo yang Diduga Menghina Presiden Jokowi Kini Tak Ditahan, Ini Alasan Kapolda Jateng