Okupansi Hotel di Jateng Turun Sekitar 20% Akibat Corona

detik 11-03-20 18:51 travel

Semarang - Covid-19 atau virus Corona berpengaruh pada okupansi atau tingkat keterisian hotel di Jawa Tengah. Okupansi terus menurun sampai sekitar 20 persen sejak ada muncul wabah virus Corona. Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mintosih, menyebut penurunan itu tak merata. Adalah hotel dengan konsep resort di dekat tempat wisata sangat terasa dengan dampak Corona. "Turun mungkin kisarannya 10 sampai 20 persen. Enggak merata, tapi terutama hotel sifatnya resort atau wisata pasti berkurang. Seperti di Tawangmangu, di Temanggung itu," kata Benk saat dihubungi, Rabu (11/4/2020). Baca juga: Sayang Warganya, Jepang Penjarakan Penipu Penjual Masker Sementara itu, hotel dengan dengan segmentasi bisnis memang ada dampak namun belum terlalu terasa. Dia merujuk kepada hotel yang dikelolanya. "Sudah mulai ketahuan kalau Maret ini masih kalah sama tahun lalu, lha di beberapa tempat apalagi di tempat saya saja yang bisnis sudah mulai terasa," ujar Benk. Menurut Benk yang paling terdampak yaitu hotel atau penginapan yang independen atau dikelola perorangan. "Kalau independen itu gampang kena imbasnya," Benk menambahkan. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah memberikan kemudahan atau subsidi. Misalnya, dengan bentuk penangguhan pajak dan listrik. Benk menegaskan agar ada keringanan dalam kondisi saat ini. "Bukannya kita nggak bayar tapi ditangguhkan dulu. Kita kan juga mau jualan bareng nih Jateng, tapi ya mohon maaf kalau kita jual murah maka pemerintah harus memberikan subsidi juga. Paling tidak kita dikasih kesempatan untuk survive," katanya. Baca juga: Traveler yang Mau ke Thailand Harus Punya Sertifikas Bebas CoronaSimak Video "Kenali Gejala Harian Virus Corona hingga Proses Penularan"