Luasan Panen dan Produksi Padi Jateng Anjlok

tribunnews 03-03-20 16:23 ekonomi

TRUBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPS Provinsi Jateng menyebutkan luasan panen dan produksi panen padi mengalami penurunan. Penurunan itu dilihat di data BPS tahun 2019, di mana luasan panen padi di Jateng tahun 2019 mencapai 1,6 juta hektare. Luasan panen padi itu lebih rendah dari tahun 2018 yang mencapai 1,8 juta hektare. Penurunan juga ditunjukan pada produksi padi di Jateng. Di mana 2018 lalu produksi padi di Jateng di angka 10,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Sementara pada 2019 turun menjadi 9,6 juta ton GKG. Dari data tersebut, penurunan produksi padi di Jateng mencapai 843 ribu ton. Menurut Sentot Bangun Widoyono, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, di tahun 2019 penurunan produksi padi Jateng mencapai 8,04 persen. "Dari 35 kota/kabupaten di Jateng semua mengalami penurunan produksi padi di tahun 2019," jelasnya, Selasa (3/3/2020). Dilanjutkannya, penurunan produksi padi terbesar terjadi di Wonogiri. "Penurunan produksi padi di Wonogiri tercatat mencapai 123 ribu ton GKG atau 26 persen lebih dari tahun 2018," paparnya. Dituturkannya pada 2018 produksi padi Wonogiri tembus 464 ribu ton GKG lebih. "Namun pada 2019 menjadi 341 ribu ton GKG," ucapnya. Sentot menambahkan, untuk wilayah Temanggung, produksi padi menyusut 5,2 ribu ton pada 2019. "Produksi padi di Temanggung pada 2018 di angka 92 ribu ton, total itu menurun menjadi 87 ribu ton pada 2019," tambahnya. (bud)