Hujan Lebih Ekstrem Mengancam

smcetak 26-02-20 00:15 nasional

SEMARANG - Puncak musim hujan diprediksi berlangsung hingga 27 Februari mendatang. Hal ini ditandai dengan intensitas hujan semakin deras, bahkan mengarah ke ekstrem dan dengan durasi lebih lama. Hampir seluruh wilayah Jawa Tengah juga tak lepas dari ancaman hujan dengan intesitas sedang hingga lebat dengan durasi waktu bervariasi. Ada beberapa hal yang mempengaruhi, yaitu pertemuan dua massa udara yang berbeda sifat dari belahan bumi utara dan bumi selatan. Massa itu membentuk pola Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ) di selatan Pulau Jawa, tandas Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Achadi Subarkah Rahardjo, Selasa (25/6). Faktor penyebab lainnya, pertumbuhan pola siklonik di Samudera Hindia dekat perairan Indonesia dan Siklon Tropis Ferdinand di Samudera Hindia, serta perubahan cuaca yang terjadi secara cepat di daerah sekitarnya. Menggunakan citra satelit cuaca yang terkini serta pemodelan cuaca lainnya, BMKG Ahmad Yani terus memantau perkembangan dinamika atmosfer. Terutama, pertumbuhan awan-awan yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang - lebat di Jawa Tengah, ujar Achadi Subarkah. Di juga mengungkapkan, daerah-daerah yang diperkirakan diguyur hujan lebat pada 26 Februari adalah Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Salatiga, Kabupaten Semarang, Wonosobo, Pekalongan, Pemalang, Batang, Kendal, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri. Sehari kemudian atau 27 Februari, hujan lebat akan mengguyur Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Salatiga, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Batang, Kendal, Kudus, Jepara, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri. Mencermati kondisi di atas kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana angin kencang, banjir bandang, dan longsor, tandasnya. Sementara itu, prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tegal, Hendy Andriyanto mengungkapkan, kawasan Bregas (Brebes, Tegal, Slawi), tidak lepas dari hujan dengan intensitas tinggi. Siklon Tropis Ferdinand akan menambah intensitas hujan, tandas Hendy. BMKG Tegal memprakirakan, hujan semakin lebat karena tiga daerah ini juga tengah memasuki puncak musim hujan. Siklon Tropis Ferdinand di Samudera Hindia selatan Jawa akan menambah pasokan uap air sebagai bahan utama pembentuk awanawan hujan di wilayah utara, termasuk kawasan Bregas. Hujan lebat disertai angin kencang dan petir sangat mungkin terjadi, khususnya di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal bagian selatan, kata Hendy. Pemadaman Listrik Sementara itu, banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya, memaksa PLN Jabar tidak mengoperasikan 641 gardu demi keselamatan warga. Sebarannya mencakup Gunung Putri, Bogor Cikarang, Bekasi dan sekitarnya, Karawang, dan Purwakarta, General Manajer PLN Jabar Agung Nugraha mengingatkan masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang aman dan tidak lupa mematikan listrik dari miniature circuit breaker (MCB), serta mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung ke stop kontak. Listrik akan kembali dinyalakan jika banjir telah surut dan sudah kondisi wilayah benar-benar aman. Jika kondisi keamanan terpenuhi, masyarakat bisa meminta pengaktifan kembali aliran listrik di wilayah masing-masing dengan menghubungi layanan PLN. Namun warga harus memastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik di rumah dalam keadaan kering. Kami juga akan memastikan semua jaringan distribusi aman untuk dapat dioperasikan kembali untuk menyalurkan listrik ke lokasi pelanggan, katanya. PLN Pusat pun mengerahkan 2.838 personel untuk menormalkan gardu yang terdampak banjir. PLN terus berupaya menyalakan kembali aliran listrik wilayah terdampak banjir di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Di beberapa lokasi, akses ke gardu listrik sulit dijangkau. Hingga pukul 17.00 WIB, dari total 2.394 gardu distribusi terdampak banjir, PLN telah menyalakan 1.219 unit atau 50 persen dari gardu terdampak. Sementara 1.175 gardu distribusi lainnya masih dipadamkan demi keamanan warga. Beberapa area di DKI Jakarta masih terendam banjir sehingga listrik belum dapat dinormalkan, meliputi Cempaka Putih, Pondok Kopi, Pondok Gede, Menteng, Bandengan, Kramat Jati, Cengkareng, Bulungan, Marunda, Kebon Jeruk. Untuk Jawa Barat meliputi sebagian Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cikarang, dan Gunung Putri. Sementara untuk Banten, mencakup sebagian Cikupa, Teluk Naga, dan Serpong PLN menyebut situasi di lapangan secara keseluruhan dapat dikendalikan. Seluruh petugas PLN sudah diinstruksikan untuk melakukan pemulihan secepatnya, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. (K18,dwi-41)