Warga Mengeluh, Harga Sembako di Temanggung Naik

magelangekspres 22-02-20 02:34 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) dalam dua pekan terakhir, dikeluhkan oleh masyarakat dan pedagang. Pasalnya dengan naiknya harga sembako ini omzet penjualan menjadi menurun. Harganya naik, dengan kenaikan harga ini konsumen jadi mengurangi belanjanya, uang warga tidak lagi cukup untuk membeli sesuai yang dirancang di rumah. Warga membeli yang pokok atau mengurangi pembelian kebutuhan, kata Kholifah (51) salah satu pedagang sembako di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Jumat (21/2). Menurutnya, kenaikan harga sembako ini sudah terjadi kurang lebih dalam waktu dua pekan terakhir. Rata-rata sembako mengalami kenaikan Rp2.500 per kilogram atau per kemasan. Kholifah menyebutkan, harga minyak goreng curah naik dari Rp9.000 perkilogram menjadi Rp11,5 ribu perkilogram. Minyak goreng kemasan dari Rp130 ribu menjadi Rp146 ribu per dus isi 12 liter. Baca juga Dua Warga Asing Gondol Uang Minimarket di Temanggung Harga gula pasir naik Rp12.500 menjadi Rp15.000 per kilogram. Satu sak isi 50 kilogram kini Rp700.000 dari sebelumnya Rp565.000 perkilogram. Meski begitu pasokan tetap lancar. Berapapun yang diminta dipenuhi pemasok. Hanya saja kini penjualan sepi. 50 sak dahulu 1 minggu habis, kini menjadi 2 minggu, katanya. Dikatakan kenaikkan harga gula pasir menurut pemasok karena tidak ada impor gula pasir sementara di dalam negeri stok menipis sebagai dampak panen tebu yang berkurang dan menjadikan produktivitas menurun. Pedagang lainnya, Sitiqomah mengatakan harga bawang putih kini Rp60 ribu dari harga Rp25 ribu per kilogram. Kenaikan berdasar pemasok karena kurangnya stok, akibat tidak ada impor. Budidaya bawang putih di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Tidak hanya itu, harga telur ras juga naik dari Rp19 ribu menjadi Rp25 ribu perkilogram. Pasokan lancar, kenaikan karena produksi sedikit. Rata-rata memang naik semua, kenaikannya Rp2.500 per kilogram atau per kemasan, terangnya. Dia berharap pemerintah segera menurunkan harga komoditas, sebab berpengaruh negatif di pasar. Omset penjualan turun, pendapatan pedagang menjadi turun, karena sepinya pembeli. Warga pun kesulitan membeli sembako karena harga-harga cenderung tidak terjangkau, katanya. Naiknya harga sembako inj juga dikeluhkan oleh warga diantaranya Mulyani (38) warga Temanggung 1 yang menuturkan, kenaikan harga sembako ini cukup membuat dirinya kerepotan dalam mengatur keuangan rumah tangganya, apalagi saat ini pendapatan juga belum naik. Harga sejumlah komoditas naik drastis dalam beberapa pekan terakhir. Komoditas tersebut, antara lain bawang putih, minyak goreng, telur dan gula pasir, terangnya. Menurutnya, naiknya harga sembako saat ini di luar dugaan masyarakat. Biasanya kenaikan harga sembako terjadi saat menjelang perayaan hari raya keagamaan atau saat menjelang akhir tahun. Sekarang kan tidak ada perayaan keagamaan dan liburan, tapi harga sembako naik, tuturnya. Pembeli lainnya, Eni Sarofah mengatakan ibu rumah tangga harus pandai memutar otak dalam berbelanja agar kebutuhan tercukupi tanpa mengurangi gizi keluarga. Dicontohkan, telur terpaksa dikukus, atau direbus karena harga minyak goreng naik, konsumsi telur dikurangi dan diganti dengan tahu dan tempe. Anggaran belanja keluarga tetap, sedangkan harga komoditas naik, jika tidak pandai berbelanja, bisa-bisa uang habis ditengah bulan, katanya. Ia berharap, pemerintah segera menurunkan harga dengan kewenangannya seperti operasi pasar atau mengeluarkan kebijakan menekan harga. Warga sangat terbebani dengan kenaikan harga, sementara pendapatan cenderung turun. Hanya pemerintah yang bisa bertindak untuk menstabilkan harga sembako, harapan kami pemerintah bisa segera turun tangan, katanya. (set)