Kompak yang Nggak Banget, Kakak Masuk Bui Si Adik Teruskan Jualan Narkoba

detik 21-02-20 12:42 umum

Blitar - Kompaknya dua bersaudara ini. Ketika sang kakak terciduk polisi dan masuk bui, adiknya meneruskan pekerjaan si kakak jualan narkoba. Kompak yang nggak banget. Kedua bersaudara itu adalah Sutris dan Heri Samsudin, warga Desa Temanggung Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Sang kakak, Sutris telah ditangkap polisi terlebih dahulu karena terbukti mengedarkan sabu dan dobel L. Sutris ditangkap sekitar satu bulan yang lalu, dan saat ini ditahan untuk menjalani proses hukum. Baca juga: Polisi Gerebek Rumah di Kota Blitar Diduga Distributor Obat Ternak IlegalFoto: Erliana Riady Saat Sutris ditangkap, rupanya Heri sigap menyelamatkan dagangan narkoba si kakak yang masih tersisa. Biar tidak ketahuan polisi, stok sabu dan pil dobel L yang masih tersisa disimpan adik di dalam kandang kambing mereka. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh juga. "Heri ini kami amankan bersama 9 tersangka lain dalam kasus peredaran okerbaya dan narkoba. Mereka kami amankan dalam sepekan ini dengan barang bukti 18 poket sabu dengan berat total 8,53 gram. Dan pil dobel L sebanyak 1.830 butir," kata Kapolresta Blitar AKBP Leonard M Sinambela dalam rilis di mapolresta, Jumat (21/2/2020). Di depan wartawan, Heri mengaku meneruskan pekerjaan kakaknya karena sayang jika barang haram ini tidak terjual. Heri yang pernah mendekam di penjara karena kasus serupa tahun 2004, tak berpikir panjang mengulangi kesalahan yang sama. Baca juga: Bea Cukai Blitar Musnahkan Barang Bukti Penindakan Senilai Rp 595 Juta "Sabu sudah saya jual 7 poket. Kalau dobel L sudah saya jual 700 butir dan masih tersisa 400 keburu ditangkap polisi," aku pemuda berusia 28 tahun ini. Menurut pengakuan Heri, kakaknya mendapatkan sabu itu dari jaringan lapas Madiun. Sedangkan untuk pil dobel L, mereka mendapatkannya dari jaringan antar kota di Jatim. Heri dan 9 tersangka pengedar okerbaya dan narkoba ini akan dijerat Undang-Undang No 35 dan 36 tahun 2009 tentang narkoba dan kesehatan. Ancaman hukumannya bagi pengedar narkoba minimal 15 tahun penjara dan bagi pengedar okerbaya maksimal 5 tahun penjara.