Kisah Kakek Sumarjo, Penjual Daun Kelor Herbal di Masjid Baiturrahman Semarang Ingin Naik Haji

tribunnews 18-02-20 13:02 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kakek Sumarjo (84) boleh bertubuh renta, namun soal kerja kakek 21 Cucu ini tidak kalah dengan anak muda. Dia setiap hari berjualan daun Kelor herbal di area Masjid Raya Baiturrahman Semarang, nyaris tanpa hari libur. "Setiap hari jualan, tapi kalau sakit saya baru istirahat," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Senin (17/2/2020). Wajah Sembab BCL saat Temani Jenazah Ashraf Sinclair Tiba di Rumah Duka Kisah Anggota Kopaska Gadungan Tipu dan Setubuhi Dosen Janda, Ternyata Kuli Bangunan di Lantamal Jenazah Ashraf Sinclair Dimakamkan di San Diego Hills Karawang Sore Ini Pasukan Gabungan Bersiaga Halau Bonek dan Aremania Dekati Stadion Supriyadi Blitar Sumarjo mengaku entah panas atau hujan dia tetap berjualan. Baginya kerja adalah kegiatan yang menyenangkan. "Kerja itu mensyukuri nikmat Allah SWT , jadi diberi nikmat kesehatan untuk bekerja," ucap ayah tiga anak ini dengan lirih. Kakek Sumarjo (84) menawarkan dagangannya berupa daun kelor herbal di Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/2/2020). (Tribun Jateng/Iwan Arifianto) Sumarjo mengatakan tidak terkendala dengan kesehatan kendati umurnya sudah hampir 90 tahun. Dia hanya merasakan pusing, batuk, dan pilek ketika kondisi kelelahan. Namun yang mengganggu aktifitasnya adalah katarak di mata kanannya. Sedangkan mata kirinya lumayan normal hanya sering belekan saja. "Dokter bilang harus operasi katarak, Itu sudah lama saya lupa, tapi belum ada biaya, sekarang ada uang tapi buat naik haji dulu. sakit katarak tidak apa-apa, mesti harus disyukuri apapun kondisinya," terangnya. Dengan kondisi kedua mata tersebut, Sumarjo masih dapat melihat jelas di jarak lima meter, sedangkan jarak jauh dia mengaku sudah buram. "Meski sakit katarak kerja itu penting untuk kegiatan biar tetap sehat," jelasnya. Sumarjo membeberkan memilih tinggal bersama putri dan cucunya di Pandansari Semarang Tengah. Apalagi setelah almarhum istrinya meninggal dua tahun lalu. Berhubung tidak ada aktifitas di rumah anaknya, maka dia mencari kesibukan. Sumarjo mengaku di desa terbiasa beraktifitas seperti mencari kayu bakar. Kebiasaan itulah yang membuat dia tidak bisa hanya berdiam diri. Berhubung cucunya ada usaha jualan daun kelor herbal dari Bogor maka dia ikut berjualan. Kakek Sumarjo (84) menawarkan dagangannya berupa daun kelor herbal di Masjid Raya Baiturrahman Semarang,Senin (17/2/2020). (Tribun Jateng/Iwan Arifianto) "Dulu saya petani menggarap tanah bengkok desa, tanah itu saya tanami padi, tembakau,ketela, jagung dan lainnya. Karena sudah tua tidak kuat lagi mencangkul maka saya jualan. Kalau kerja antara petani atau pedagang sama-sama enak," jelas Kakek asal Parakan Temanggung ini. Sementara petugas kebersihan Masjid Raya Baiturrahman, Sudarman (56) mengatakan setiap hari Mbah Sumarjo datang ke Masjid untuk berjualan daun kelor. Mbah Sumarjo datang pukul 10.00 WIB nanti pulang bada ashar. Setiap datang ke Masjid membawa penuh barang dagangan. Nanti pulang jualan tersebut hampir selalu habis. "Saya salut kepada beliau, setua itu masih terlihat bugar. Ibadahnya juga sangat tekun," katanya.(*)