Jambret Nekat Masuk Kampung, Belasan Warga di Temanggung Jadi Korban

magelangekspres 17-02-20 02:54 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Aksi penjambretan di wilayah Kecamatan Parakan semakin meresahkan warga. Tidak hanya dijalan raya besar saja, akhir-akhir ini aksi penjambret nekat masuk ke kampung untuk mencari mangsa. Bahkan dalam satu bulan terakhir ini sudah belasan kali terjadi aksi penjambretan di wilayah tersebut. Dari informasi yang dihimpun koran ini di wilayah tersebut, aksi penjambretan biasanya dilakukan pada malam hari dengan sasaran ibu-ibu atau wanita yang mengendarai sepeda motor sendiri disejumlah titik di Kota Parakan. Aksi para jambret ini sangat meresahkan masyarakat, apalagi saat ini mereka tidak hanya beraksi dijalan-jalan raya besar, mereka juga sudah berani masuk ke kampung. Bagaimana tidak resah, penjambret sudah nekat sekali. Tidak hanya dijalan raya saja tapi sudah masuk ke kampung, tutur warga Kecamatan Parakan, Himatus Saadhon, Minggu (16/2). Baca Juga Toko Modern Ancam Pasar Tradisional, Pedagang Berharap Pemkab Temanggung Bersikap Terakhir katanya, jambret kembali memakan korban pada Jumat (14/2) lalu, salah satu istri perangkat desa di Desa Bagusan Kecamatan Parakan menjadi korban penjambretan. Sejumlah barang berharga seperti telepon genggam dan dompet yang berisi sejumlah uang berhasil digondol jambret. Informasinya jelas, istri dari perangkat desa ini dijambret di depan rumahnya, setelah berpergian dari Parakan, tuturnya. Aksi penjambretan seperti ini katanya, sangat sering sekali terjadi, bahkan dalam waktu dua hingga tiga hari sekali pasti ada warga yang mengeluh menjadi korban penjambretan. Kemungkinan penjambret sebelum melancarkan aksinya, terlebih dahulu membuntuti korban. Korbannya rata-rata ibu-ibu, dan sebagian dijambret saat dalam kondisi sepi dan lengah, tutur Saadhon yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Parakan ini. Menurutnya, dari informasi yang ada, aksi penjambretan selain dilakukan di kampung-kampung juga marak terjadi di tiga titik di Kota Parakan. Ketiga titik tersebut yakni di sekitaran Pasar Legi Parakan, Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo dan di sekitar Swalayan Mahkota. Informasi yang masuk di ketiga tempat itu cukup sering terjadi aksi penjambretan, padahal kondisi di ketiga tempat itu juga ramai orang, tuturnya. Ia menuturkan, tindak kriminal di wilayah Kecamatan Parakan ini sebenarnya langsung dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Parakan. Namun demikian sejumlah aksi penjambretan tetap saja masih terjadi. Biasanya korban langsung melaporkan ke Polsek, dengan harapan bisa segera ditindaklanjuti, tuturnya. Tingginya tindak kriminal berupa aksi penjambretan, lanjutnya, membuat dirinya beserta masyarakat dan anggota Banser lainnya mencoba membantu melakukan tindakan antisipasi preventif yakni dengan keliling ke titik-titik rawan penjambretan. Sebagai masyarakat Parakan, kami hanya ingin aman dan nyaman ketika menjalankan aktivitas saja, kami sifatnya hanya membantu saja. Agar Parakan bisa semakin aman dan nyaman, selebihnya menjadi tanggungjawab dari aparat keamanan, tuturnya. Baca Juga Diduga Keracunan Limbah Tambak, Dua Penggali Sumur di Purworejo Tewas Menurutnya, langkah yang diambil tersebut sudah melalui persetujuan dari masyarakat, mengingat keamanan dan kenyamanan di masyarakat sedikit banyaknya juga menjadi tanggungjawab bersama. Kami juga sudah mendapatkan arahan dari MWC NU Parakan KH Fatahillah Azzainy, ungkapnya. Ia berharap, aparat kemanan bisa segera mengambil tindakan tegas terkait dengan hal ini, sehingga kedepan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas bisa terjamin. Hanya aparat kemanan yang bisa mengambil tindakan tegas, kami sebagai masyarakat hanya ikut membantu saja, tuturnya.(Set)