Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Gotong Royong di 14 Kabupaten Miskin di Jateng

tribunnews 16-02-20 21:13 nasional

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sebanyak14 kabupaten di Jawa Tengah masuk dalam kategori merah kemiskinan. Masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah provinsi. Meskipun demikian, penanggulangan kemiskinan tidak hanya pekerjaan pemerintah, apalagi hanya pemprov. Tetapi juga permasalahan bersama dan harus diatasi secara gotong royong. BIKIN NGILER! Durian Putu Kembang Juara Kontes di Pekalongan, Ini Harga dan Begini Rasanya Kata Juri 10 Pemuda Bawa Sajam Diamankan Polisi Polsek Pedurungan Semarang, Rencana Akan Tawuran Kecelakaan di Tol Bawen Semarang, Mobil Terios Tergelincir Gara-gara Lewati Genangan Air 56 Sertifikat Dibatalkan BPN, Warga Kebonharjo Semarang Pasang Spanduk Siap Berperang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng, Prasetyo Aribowo, menyatakan pemprov sepakat akan menangani masalah kemiskinan di 14 kabupaten. "Karena itu di musrenbang (musyawarah perencanaan dan pembangunan) nanti, 14 daerah akan menjadi tugas bersama. Baik penanganan menggunakan APBN, APBD, atau masyarakat filantropi," kata Pras, panggilannya, Minggu (16/2/2020). Dalam musrenbang yang fokus pada pengentasan kemiskinan itu, juga melibatkan Baznas dan perusahaan hingga mahasiswa yang tengah praktik lapangan atau KKN. Kenapa perusahaan diajak? Mereka diminta agar berpartisipasi untuk mengentaskan kemiskinan melalui dana sosial mereka (CSR). Sedangkan mahasiwa akan diberdayakan untuk pemetaan kemiskinan, yakni data kemiskinan. Mengingat pendataan kemiskinan penting dilakukan. Pras menuturkan musrenbang yang akan dihelat di enam keresidenan di Jateng, bupati dan wali kota akan menyampaikan inovasi dan kreasi penanggulangan kemiskinan. "Kepala daerah akan memaparkan bagaimana kiat untuk mengatasi kemiskinan. Contohnya, bagaimana menghadapi angka pengangguran dan sebagainya," jelasnya. 14 daerah itu akan diintervensi sejauh mana penanganan kemiskinannya. Meskipun demikian, bukan berarti 21 daerah lainnya ditinggal atau terabaikan dalam hal penanganan. Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga akan menggarap peningkatan peningkatan sumber daya melalui pendidikan. Dengan mengenyam pendidikan diharapkan masyarakat terhindar dari kemiskinan. Program sekolah gratis Pemprov Jateng diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi anak sekolah. Selain itu, Pras mengungkapkan mutu pendidikan di sekolah kejuruan juga tidak kalah penting. Supaya lulusannya bisa diterima di dunia industri lantaran kompetensi yang dimiliki sudah sesuai kebutuhan. "Musrenbang nanti juga akan memperhatikan nelayan dan petani, serta desa wisata," imbuhnya. Ada 14 kabupaten yang persentase kemiskinannya masih tinggi. Meliputi, Kebumen, Wonosobo, Brebes, Pemalang, Purbalingga, Rembang, Banjarnegara, Sragen, Banyumas, Klaten, Demak, Grobogan, Purworejo, dan Blora. Musrenbang akan dilakukan perwilayah. Purwomanggung (Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Magelang) diadakan pada 25 Februari di Temanggung. Subosukawonoksraten (Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, Sragen) di Sukoharjo pada 27 Februari. Barlingmascakeb (Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, Kebumen) di Banyumas pada 3 Maret. Bregasmalang (Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang) dan Petanglong (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang) pada 5 Maret di Brebes. Wanarakuti (Pati, Kudus, Jepara) dan Banglor (Rembang, Blora) di Jepara pada 10 Maret. Terakhir di Kedungsapur (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Demak, Grobogan) di Kota Semarang pada 12 Maret.(mam) Pesan Milea Adnan Hussain Kepada Penonton Film Dilan & Milea: Tak Ada Perpisahan Selama Tetap Cinta Rel Kereta di Tugu Semarang Rentan Renggut Nyawa, Anehnya Semua Korban Tidak Sedang Menyeberang DRAMATIS! Detik-detik Penangkapan AKP David, Polisi BNN Gadungan di Jalan Raya Sragen Aremania Dikeroyok dan Motornya Dirampas Seusai Nonton Laga Arema FC vs Persija Jakarta