Sejumlah Titik Rawan Longsor, Pemkot  Magelang akan Dirikan Posko Bencana

magelangekspres 18-01-20 02:09 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah titik di Kota Magelang mengalami longsor. Tidak hanya itu, aliran teknis irigasi yang ada di Kota Sejuta Bunga juga meluap. Hal ini mengakibatkan genangan air masuk ke pemukiman warga. Titik terparah berada di Kecamatan Magelang Utara. Tercatat lima titik bencana terjadi wilayah Kelurahan Kedungsari dan Potrobangsan. Di Kedungasari, genangan air sempat merendam jalan dan masuk perkampungan akibat luapan dari Kali Manggis. Wilayah yang terdampak antara lain di RW 6, RW 7, RW 8 dan RW 5. Beruntung, peristiwa itu tidak berlangsung lama dan arus air sungai normal kembali. Kemudian di RT 6 RW 2 Kedungsari, jalan menuju rumah khusus (rusus) ambrol. Jalan ini sebelumnya sudah retak sehingga mudah longsor setelah hujan deras. Baca Juga Polisi Tangani Tawuran Pelajar di Salaman, Seorang Pelajar Terkena Bacok Sementara di Kelurahan Potrobangsan, hujan juga menyebabkan debit air Kali Bening meluap. Luapan air meluber hingga masuk ke rumah warga. Selain itu, tebing talud longsor sehingga mengurangi akses warga. Di wilayah Kelurahan Kramat Selatan, tebing longsor dengan lebar 4 meter dan kedalaman 5 meter. Akses jalan dari perempatan Kampung Sanden sempat ditutup karena jembatan amblas. Menyikapi hal itu, Pemkot Magelang langsung meresponsnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono menyatakan komponen terkait sudah meninjau ke lokasi dan melakukan penanganan. Warga dibantu TNI, Polri dan relawan juga sudah melakukan kerja bakti. Joko telah memerintahkan aparat setempat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Terlebih, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Kepada Lurah dan Camat serta OPD terkait untuk waspada terhadap bencana alam di tengah cuaca yang cukup ekstrem ini, katanya. Pihaknya juga berencana akan membuat posko penanggulangan bencana dengan melibatkan OPD terkait di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Kesehatan, RSU Tidar, RSUD Budi Rahayu, dan Bagian Kesra. Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak yang berwenang atas peristiwa yang terjadi di Kedungsari. Menurutnya air sungai yang meluap disebabkan karena sedimen sungai yang menumpuk. Baca Juga Musim Hujan Rawan Bencana, Wabup Temanggung Minta Masyarakat Waspada Sedimennya (Sungai Manggis) harus dilihat, jangan sampai numpuk. Kalau numpuk tidak dibersihkan debit air akan naik. Harapan saya penanggungjawabnya punya kepekaan, (sungai) lewat di tengah (permukiman) tapi tidak dipelihara, penduduk sekitar jadi korban, katanya, disela pembukaan kejuaraan tenis lapngan Baveti Kota Magelang Cup di Lapangan Moncer Serius, Jumat (17/1). Kendati demikian, jajarannya sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Pada kesempatan itu Sigit mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan terpenting menjaga lingkungan masing-masing tetap bersih. (wid)