Ladang Kopi di Temanggung Dirusak Orang Tak Dikenal

magelangekspres 14-01-20 03:02 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Pohon kopi milik warga di ladang Wono Kembang di Desa Bendungan Kecamatan Tretep dirusak orang tidak dikenal. Perusakan ratusan pohon kopi ini diduga buntut dari ajang pemilihan kepala desa (pilkades) pada Kamis (9/1) lalu. Saat ini pihak Kepolisian Resor (Polres) Temanggung tengah memburu pelaku untuk mengungkap penyebab dirusaknya ratusan pohon kopi di lereng Gunung Perahu tersebut. Sumber dari lokasi kejadian menyebut telah terjadi perusakkan pohon kopi di ladang Wono Kembang, yang salah satunya lahan yang dikelola Sukiswo (40) warga Dusun Bendungan, Rt 2 Rw 1 Desa Bendungan Kecamatan Tretep. Sukiswo mengatakan pohon kopi dirusak dengan cara ditebang. Jumlah pohon yang rusak sekiyar 250 pohon dengan kerugian puluhan juta Saya memastikan perusakkan pohon Senin pagi, perusakkan diperkirakan Minggu malam, kata Sukiswo pada petugas kepolisian, Senin (13/1). Baca Juga Wagub Jateng Sebut PGOT, Masalah Sosial yang Tak Kunjung Selesai Senin itu, Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali langsung memerintahkan Kasat Reskrim Muhammad Alfan untuk menyelidiki kasus tersebut dan menangkap perusak karena telah meresahkan warga. Perusakkan lahan sebagai pelanggaran hukum. Ini meresahkan warga. Lahan kopi sebagai penghidupan warga, katanya. Dikatakan, petugas sedang menyelidiki kasus tersebut dan ditarget segera terungkap. Pembabatan menggunakan senjata tajam dan diperkirakan pada Minggu malam. Sejumlah warga telah diminta keteranganya Dia mengatakan kondisi di Desa Bendungan kondusif, dan diduga perusakkan ada kaitannya dengan Pilkades pekan lalu, tetapi pihaknya belum bisa memastikan. Semua akan jelas setelah pelaku ditangkap. Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Muhammad Alfan mengatakan petugas telah melakukan olah tempat kejadian. Petugas telah mampu memetakan pelaku masuk dan keluar dari sisi lahan yang mana. Melihat polanya, pelaku memahami lahan, sehingga bukan orang jauh, Tetapi pihaknya belum berani berkesimpulan. Termasuk dugaan ada kaitannya dengan pilkades. Masih belum bisa memastikan akar permasalahannya, Semua akan diselidiki, katanya. Baca Juga 2 Tahun Konsumsi Ganja Kering, Mahasiswa di Magelang Diamankan Polisi Kapolsek Tretep AKP Sutarno mengatakan sejumlah warga diduga mengetahui peristiwa tersebut sedang dimintai keterangan. Mereka berasal dari warga setempat. Kami juga telah meninjau lokasi. Warga telah diminta tenang dengan menyerahkan kasus pada Kepolisian, katanya.(set)