Shelter Temanggung Terbaik di Jateng

magelangekspres 14-01-20 03:06 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Shelter atau rumah perlindungan sosial (RPS) sudah menjadi kebutuhan bagi Pemerintah Kabupaten Temanggung. Pasalnya penanganan terhadap pengemis, gelandangan, orang gila dan anak terlantar (PGOT) harus dilakukan secara manusiawi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas sosial Temanggung Prasojo usai mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengaj Taj Yasin meresmikan RPS di Kantor Dinas Sosial Temanggung, Senin (13/1). Shelter sudah menjadi kebutuhan untuk menampung sementara masyarakat dengan permasalahan sosial, kata Prasojo. Baca Juga Wagub Jateng Sebut PGOT, Masalah Sosial yang Tak Kunjung Selesai Menurutnya, shelter di Temanggung ini menjadi shelter terbaik di Jawa Tengah. Selain dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan lebih manusiawi, shelter di Temanggung ini juga lebih bersih. Bisa dibilang shelter di tempat kami menjadi shelter termewah, ada dua di Jawa Tengah ini, satu di Temanggung dan satunya di Solo. Kalau di kabupaten/kota lainnya bangunannya masih memprihatinkan, tapi sudah cukup, tuturnya. Oleh karena itu lanjutnya, wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, meminta kepada kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah untuk datang ke Temanggung jika ingin mengembangkan masing-masing shelternya. Shelter yang dibangun tahun 2019 dengan dana bantuan dari Provinsi Jateng itu berkapasitas 34 orang. Terdiri dari shelter pria, shelter wanita, dan sebuah ruang isolasi. Ruang isolasi ini khusus untuk menangani orang dengan kondisi tertentu seperti gila. Shelter secara umum untuk menangani orang-orang dengan permasalahan sosial yang perlu penanganan sementara sebelum dirujuk ke tempat lain, terang Prasojo. Sejauh ini, shelter tersebut baru menampung tiga orang dengan permasalahan sosial yang ditemukan di awal tahun. Namun mereka hanya menghuni shelter selama dua hingga tiga hari saja untuk mendapatkan penanganan secara manusiawi oleh delapan orang supporting staf. Adapun tahun sebelumnya, 2019, Dinsos Temanggung telah menangani 184 PGOT. Dari 184, separuhnya berasal dari luar kota terutama mereka para penyandang gangguan jiwa dan anak jalanan. Kalau ada gangguan psikotik langsung ke rumah sakit jiwa (RSJ). Untuk gelandangan yang tidak punya keluarga dapat pelayanan medis, kita jadi wali untuk berobat di puskesmas dan rumah sakit, katanya. Baca Juga Keraton Agung Sejagat Hebohkan Masyarakat Purworejo, Akui Kekuasaannya di Seluruh Dunia Ke depan shelter ini akan menjadi tempat tampungan sementara bagi PGOT yang ada di Temanggung. Petugas akan melakukan pendampingan selama di shelter. Memang sifatnya sementara tapi perlakuan terhadap PGOT harus dilakukan sangat manusiawi, mulai dari tempat hingga segala kebutuhannya, tandasnya. (set)