Mengenal Fenomena MJO, Gelombang Atmosfer yang Menyebabkan Hujan Tinggi Disertai Petir

tribunnews 08-01-20 14:07 travel

TRIBUNJATENG.COM- Dalam beberapa hari ke depan sejak hari ini Selasa (7/1/2019), hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah akan diterjang fenomena MJO atau fenomena alam Madden Julian Oscillation (MJO). MJO adalah fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dengan membawa massa udara basah. Masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ini meningkatkan curah hujan di daerah-daerah yang dilalui. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang menjelaskan, fenomena MJO berdampak kepada peningkatan curah hujan disertai angin kencang dan petir di sebagian besar wilayah Jateng. Dilansir dari Twitter BMKG, MJO adalah gelombang atmosfer di wilayah tropis yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia akibat interaksi atmosfer dan lautan global dengan periode 30-90 hari dan bergerak merambat ke arah timur. MJO memiliki fase basah dan fase kering. Kedua fase ini menghasilkan perubahan yang bertolak belakang dengan kondisi curah hujan wilayah yang terdampak. Dampak MJO untuk cuaca di Indonesia khususnya saat fase basah MJO memasuki wilayah Indonesia akan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat dan juga tengah. Datangnya MJO saat musim hujan di Indonesia akan berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah yang dilewatinya. Saat (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang dikonfirmasi, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Yoga Sambodo menuturkan, MJO mengacu pada sebuah pola osilasi awan konveksi yang dapat menimbulkan hujan dalam intensitas sedang hingga lebat. "Pola ini terus berjalan di seluruh wilayah di Indonesia. Kini, pola itu terbentuk memanjang di sekitar Pulau Jawa dan menciptakan pola siklonik di sekitar Benua Australia," ujar Yoga kepada Tribunjateng.com, Selasa (7/1/2020). Dia menjelaskan, fenomena MJO itu berpotensi memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor. Adapun sejumlah wilayah yang akan terdampak fenomena ini antara lain di Brebes bagian selatan (Bumi Ayu dan Sekitarnya), Tegal bagian selatan (Guci, Slawi, ), Pemalang bagian selatan, dan Pekalongan bagian selatan (Kajen). Kemudian, Batang bagian selatan, Kendal bagian selatan, Cilacap Bagian Utara (Majenang) , Banyumas/Purwokerto. Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Grobogan, Blora, dan Sragen pun turut dilanda fenomena MJO. Dia menjelaskan, fenomena ini diprediksi akan berlangsung pada Selasa (7/1/2020) ini hingga Kamis (9/1/2020) mendatang. "Maka dari itu, kita bersama perlu waspada. Terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pegunungan. Fenomena MJO ini akan berlangsung selama 3 hari," katanya. (tribunjateng.com)