Jalur Pendakian Gunung Sumbing via Garung dan Bowongso Ditutup

kompas 07-01-20 06:23 travel

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalur pendakian Gunung Sumbing via Garung dan Bowongso akan ditutup sementara pada Rabu (8/1/2020). Penutupan pendakian dikarenakan cuaca buruk yang dapat membahayakan keselamatan pendaki atau. Menurut Koordinator Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS), Lilik Setiyawan jalur pendakian yang ditutup hanya dua jalur tersebut, sedangkan jalur lainnya masih dibuka. "Lainnya masih lihat situasi masing-masing basecamp. Jadi yang ditutup sementara mulai tanggal 8 Januari 2020 besok adalah via Garung dan Bowongso Wonosobo saja," kata Lilik ketika dihubungi Kompas.com, Senin (6/1/2020). Berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com, penutupan kegiatan pendakian juga dimaksudkan untuk revitalisasi ekosistem serta perbaikan fasilitas pendakian Gunung Sumbing via Garung. Sementara itu, rilis pendakian via Bowongso juga mengatakan hal yang sama. Kedua rilis tersebut tidak mencantumkan kapan Gunung Sumbing akan dibuka kembali untuk pendakian. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Seorang Pendaki sedang minum di Gunung Sumbing. Hingga hari ini pendaki masih tampak terlihat di gunung berketinggian 3.371 meter dari permukaan layt itu. Hal tersebut dikatakan Sumedi, pemandu Gunung Sumbing. Para calon pendaki Gunung Sumbing via kedua jalur tersebut diminta untuk memaklumi dan menunda pendakian hingga waktu yang belum ditentukan. Forum Pengelola Gunung Sumbing atau FPGS merupakan badan yang mengelola jalur-jalur pendakian Gunung Sumbing di sekitaran tiga kabupaten yaitu Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Jalur pendakian Gunung Sumbing via Garung merupakan jalur populer yang biasa digunakan pendaki pemula hingga sampai puncak. Jalur pendakian ini dikenal ramai karena mudah dijangkau dan sudah dikenal kalangan pendaki. Namun, terdapat jalur-jalur lainnya untuk mencapai puncak Gunung Sumbing di antaranya, via Cepit Parakan, Mangli Kaliangkrik, Bowongso, dan Sipetung.